Pengadaan Bantuan Sapi Di Desa Punaga Diduga Mark Up Tahun 2020

  • Whatsapp

TAKALAR | SULSEL — Pengadaan hewan ternak sapi di Desa punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar dipersoalkan. Pasalnya, anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020 yang dikhususkan kepada pemberdayaan masyarakat ini diduga ada penyelewengan anggaran terkait harga sapi.

“Kalau saya perhatikan sapi nya pak per-ekornya paling tinggi harganya Rp 6 juta sampai 7 jutaan. Kurus juga kecil saya lihat itu sapi bantuan pak,” kata sumber terpercaya kepada wartawan.

Saat Bendahara Desa Punaga dikonfirmasi lewat wattsafnya mengatakan, “Saya transfer dananya lewat Ahmad dan klo soal barang dari mana saya kurang tahu ia om tp yg pergi cek barang itu Pak Sekdes krn dia yg lumayan mengerti soal kesehatan dan kondisi sapi om, saya bagian bayar saja om sesuai permintaan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻” Sudirman Aidid. Selasa, (29/12/2020)

Melalui anggaran Dana Desa Pemerintah Desa Punaga menganggarkan pengadaan sapi sebanyak 4 ekor dengan rincian anggaran Rp 8,5 juta per ekornya. Namun, yang paling fatal pengadaan sapi itu diduga Mark Up dan diduga dipihak ketigakan.

Ketua LSM Baladhika Adhyaksa Nusantara (BAN) “Kalau memang benar pengadaan sapi itu dipihak ketigakan oleh Kepala Desa. Maka Aparat Penegak Hukum (APH) di Takalar saya minta periksa siapa yang suplai itu sapi masuk ke Desa Punaga, jangan sampai memang tak sesuai dengan patokan harganya dengan sapi yang diterima warga,” kata A.S Masrah Ketua LSM BAN Sulsel.

Diketahui, dari empat ekor sapi yang diterima empat kepala rumah tangga warga Desa Punaga,ada dua ekor yang diduga Mark Up, satu ekor kurus dan satu ekor kecil hasil pantauan wartawan dilapangan, sementara sekdes Punaga dikonfirmasi jurnalis SHOOTLINENEWS.COM di lapangan belum ada jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *