Polres Belu Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu

  • Whatsapp

KAB BELU | NTT  —  Penyidik Polres Belu tetapkan tiga tersangka terkait dugaan kasus tindak pidana pada pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu yang berlangsung pada 9 Desember 2020 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh S.H.,S.I.K.,M.Si, didampingi Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (30/12/2020)

Ketiga tersangka yang telah di tetapkan oleh penyidik Polres Belu masing-masing berinisial AD, CM dan PJ.

Diketahui, tersangka AD adalah sebagai pemilih tambahan yang menggunakan KTP luar Belu saat mencoblos di TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu.

Sementara tersangka CM dan PJ adalah anggota KPPS 04 dan 05 di TPS 02 Desa Nanaenoe, sebut
AKBP khairul saleh.

Secara singkat, AKBP Khairul Saleh menjelaskan bahwa tersangka AD merupakan sebagai pemilih yang menggunakan KTP luar Belu saat mencoblos di TPS 02 Desa Nanaenoe.

Sedangkan tersangka CM adalah KPPS 05 yang berperan mengurus daftar hadir di pintu masuk TPS, Sementara tersangka PJ adalah Ketua KPPA 04 berperan memberikan surat suara kepada pemilih.

Saat berlangsungnya proses pemilihan, tersangka AD datang mencoblos menggunakan identitas KTP lama dan bertulis Kabupaten Belu namun alamatnya di wilayah Kabupaten Malaka.

Sesuai dalam laporan polisi, bahwa tersangka AD merupakan warga Fukanfehan, Desa Alas Utara, Kabupaten Malaka, dan di akui oleh tersangka CM bahwa dirinya kurang teliti saat melayani tersangka AD.

Tersangka CM baru mengetahui bahwa tersangka AD menggunakan KTP luar Belu setelah surat suara dicoblos, kata Kapolres

Dugaan tindak pidana ini menjadi temuan pengawas dan ditelusuri lebih lanjut oleh tim Sentra Gakkumdu.

Dalam penelusurannya, Gakkumdu menemukan ada unsur pidana pemilu yang dilakukan AD serta dua orang KPPS sehingga Gakkumdu merekomendasikan kasus tersebut di limpahkan ke Polres Belu.

Setelah menerima laporan polisi, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan terlapor dan dilakukan gelar perkara yang dampingi oleh Gakumdu.

Kemudian, Penyidik Polres Belu melakukan penyelidikan hingga ke tahap penyidikan. Setelah cukup bukti, penyidik pun menetapkan tiga orang tersangka”, kata Kapolres.

Tersangka AD dijerat dengan pasal 178 huruf c ayat 1, UU 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 1 tahun 2015 tentang Penetapan Perpu 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Wali Kota menjadi Undang-Undang dengan ancaman penjara paling singkat 36 bulan atau paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp. 36 juta atau paling banyak Rp. 72 juta, ungkap AKBP Khairul Saleh.

Untuk dua tersangka lainnya yakni KPPS 05 dan KPPS 04 TPS 02 Nanaenoe dijerat dengan UU 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 1 tahun 2015 tentang Penetapan Perpu 1 tahun 2014 tentang Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot menjadi UU, dengan ancaman penjara paling singkat 36 bulan atau paling lama 144 bulan dan denda paling sedikit Rp 36 juta atau paling banyak Rp 144 juta.

Khusus tersangka AD telah amankan polisi, sedangkan tersangka CM dan PJ belum dilakukan penahanan, namun berkas keduanya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Belu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *