Kompol Muzhendra Santuni Anak Yatim-Piatu Yayasan Bunda Pasbar.

  • Whatsapp

PASBAR | SUMBAR —  Kepala Bagian Sumber Daya Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat Kompol Muzhendra menyantuni anak yatim piatu di Panti Asuhan Yayasan Gerakan Bunda Berbagi Perumahan Yaptip Simpang Empat, Selasa.

“Ini wujud rasa syukur saya atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Apalagi dengan kenaikan pangkat dari AKP menjadi Kompol baru-baru ini,” kata Kepala Bagian Sumda Kompol Muzhendra di Simpang Empat, Selasa.

Ia mengatakan kegiatan berbagi itu dilakukannya secara ikhlas sebagai bentuk perhatian terhadap anak yatim piatu.

“Anak yatim piatu itu harus kita perhatikan kalau tidak kita siapa lagi. Mudah-mudahan mereka nanti bisa tumbuh dengan sehat dan menjalani pendidikan dengan layak,” katanya.

Apalagi, katanya, sebagai aparat kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetapi juga melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

“Salah satunya adalah dengan memperhatikan kaum duafa, anak yatim piatu dan warga kurang mampu,” katanya.

Menurutnya berbagi bersama ini rutin ia lakukan sejak dahulunya. Berkarir di kepolisian selama 27 tahun tidak membuat ia merasa puas tanpa berbagi dengan anak yatim piatu.

“Sedikit perhatian dari kita sangat berarti bagi mereka. Berikan mereka perhatian, kasih sayang dan cinta,” sebutnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya dan memberikan masukan bagaimana menjadi polisi ninik mamak atau polisi yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

Kedatangan Kompol Muzhendra ini mendapat sambutan baik dari Panti Asuhan Yayasan Gerakan Bunda Berbagi dengan tetap menerapkan prorokol kesehatan memakai masker.

“Terima kasih kami ucapkan atas perhatian dan bantuan ini. Memang bapak ini tidak asing lagi bagi kami karena sudah sering membantu dan dikenal dekat dengan masyarakat,” kata Pengasuh Panti Asuhan Yayasan Gerakan Bunda Berbagi, Zambri.

Sebagai panti asuhan yang baru berdiri satu tahun, masih banyak yang harus dilengkapi untuk kebutuhan anak asuh.

“Saat ini anak asuh berjumlah 13 orang dari usia delapan bulan sampai 12 tahun,” katanya.

Ia mengajak semua pihak peduli dan membantu kelancaran panti asuhan ini. Dengan harapan nanti mereka bisa tumbuh dan memperoleh pendidikan dengan layak.

Adapun bantuan yang diterima berupa makan siang bersama, beras sebanyak kilogram atau lima karung, telur ayam , mie intans serta gula dan susu cream.

Harapan nya , semoga lebih banyak lagi uluran tangan para relawan yang menyumbangkan juga menyisihkan rejeki nya bagi mereka di panti asuhan Gerakan bunda berbagi di pasaman barat .ujar Muzhendra saat di wawancarai di lokasi .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *