Fauzi Bahar : Aturan Jilbab Disekolah Sudah Berlaku 15 Tahun Lalu

  • Whatsapp

SHOOTLINENEWS.COM | KOTA PADANG SUMBAR — Fauzi Bahar Mantan Walikota Padang dua periode mengadakan pertemuan serta silaturahmi dengan puluhan awak media di Rumah Makan Sederhana di Jalan Rasuna Said Padang, Selasa 9 Februari 2021.

Dalam pertemuan tersebut, Fauzi Bahar juga menjelaskan persoalan tentang awalnya pemakaian jilbab bagi siswi di sekolah-sekolah di kota Padang. Sekaitan hal itu, maka pemakaian jilbab pun mulai menjalar kepada guru-guru sekolah. Bukan itu saja, hal yang juga diterapkan diseluruh pegawai negeri dilingkungan pemerintah kota Padang.

“Awalnya pemakaian jilbab itu bermula di sekolah-sekolah dilingkungan pemko Padang. Dan hal itu juga diikuti oleh guru-guru mereka dalam berpakaian muslim atau jilbab,”papar Fauzi Bahar dalam pertemuan dengan awak media.

Lanjut Fauzi Bahar, ” bukan itu saja, para pegawai negeri di pemko juga ikut dalam melaksanakan atau kerja memakai pakaian muslim atau jilbab.”

Namun hal ini mencuat di salah satu siswa SMK N di kota Padang, yang mana siswa protes atas diwajibkan memakai jilbab. Siswa tersebut merasa keberatan atas peraturan yang telah lama diterapkan di kota Padang. Persoalan tersebut kota Padang jadi sorotan, bahkan menjadi viral di beberapa media daring mau media sosial.

Dengan muncul persoalan tersebut, membuat gaduh seantaro hingga sampai di pusat. Dan juga Menteri Pendidikan, angkat bicara membuat persoalan terjadi pro dan kontra. Dalam hal ini juga menyebabkan dikeluarkan keputusan Menteri 3 SKB.

Beberapa awak media mengajukan pertanyaan sekaitan persoalan tentang kejadian SMKN.

“Yang saya sesali, kenapa hal ini baru sekarang muncul kepermukaan. itu sudah berjalan 15 tahun lalu, Kenapa sewaktu saya jadi Walikota Padang ngak protes. Tapi kalau hal itu terjadi dan membuat generasi kita jadi bebas serta para siswa rusak,”terang Fauzi.

Tambah Fauzi,” Tapi kalau ditetapkan hal ini, maka jelaslah menentukan ‘mana yang atah mana bareh (beras)’.”

Fauzi Bahar juga murka atas persoalan itu, dia merasa susah payah membuat program seperti Asmaul Husna, Pesantren Ramadhan, dan juga tentang cara berpakaian yang baik seperti pakai hijab untuk siswa sekolah dan bahkan ikuti oleh pns. Hal hasilnya, hal ini di ikuti hampir seluruh Indonesia.

Namun muncul persoalan ini membuat masyarakat khususnya kota Padang merasa resah akibat segelintir orang yang ingin merusak tatanan kehidupan masyarakat.

Dalam hal ini, Fauzi Bahar meminta para awak media mengawal persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu. Dan yang aneh lagi, isi dari SKB yang bunyi ada unsur nada ancaman.

” Mana ada bunyi surat atau SKB yang isi bernada ancaman kepada kepala daerah dan juga para guru-guru di Sumbar,”kata Fauzi Bahar.

Dari runutan diatas, hendaknya kita harus berfikir jernih dan bersikap tenang. Dan persoalan ini harus secepat diselesai dan juga SKB itu salah bentuk tekanan. Untuk itu, SKB tersebut harus ditinjau ulang kembali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *