Oknum Polisi Diduga Melakukan Penganiayaan, Hukum Masih Belum Berjalan “Korban Akan Terus Minta Keadilan”

  • Whatsapp

SHOOTLINENEWS.COM | P.SIANTAR SUMUT — Masalah laporan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi diduga oleh Ipda Bottor Lumbantobing, Kasat Reskrim Pematang Siantar AKP Edi Sukamto menjelaskan pihaknya sudah dua kali melayangkan surat pemanggilan terhadap korban.

AKP Edi Sukamto menyebut kepada wartawan, sebelumnya pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap korban atas kasus tersebut.

“Itukan berita polisi Simalungunkan, Coba tanya sama korbannya, sudah pernah surat pemanggilan dua kali, ia (korban) sendiri ngak mau datang,” katanya.

“Datang aja ke kantor, surat pemanggilan nya sudah dua kali, dia (korban) saat itu di Pekanbaru, jangan bilang kita tidak perduli, bagaimana mungkin mau diperiksa dia tidak mau datang,”Bebernya.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmas,meminta wartawan untuk menghubungi Polres Simalungun.“Coba konfirmasi ke Polres Simalungun ya,” ungkapnya.

Terpisah,Kasie Propam Polres Simalungun Ipda Alwan saat dikonfirmasi melakui via seluler, membenarkan Ipda Bottor Lumbantobing adalah polisi dari Polres Simalungun.

“Ipda Bottor Lumbantobing memang anggota Polres , Jabatan terakhir Rubdin Ops Sabara sehubungan dengan kejadian itu diwilayah Polres Siantar jadi yang nangani Polres Siantar.

“Tindakan yang sudah diambil Propam Polres Simalungun senjatanya sudah disita dan untuk penyelidikannya sudah kita serahkan ke Polres Siantar,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Zainuddin Naipospos (27) warga Jalan Medan Km 5 Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun kepada wartawan laporan tersebut sejak tanggal 12 Oktober 2020 lalu hingga kini diduga pelaku belum diproses hukum yang berlaku.

“Aku sudah laporkan kasus penganiayaan terhadap diriku yang diduga dilakukan oleh Ipda Bottor Lumban Tobing ke Polsresta Pematang Siantar hingga kini pelaku belum juga ditangkap, Laporan ku bernomor STTLP/447/X/2020,” katanya.

Kejadian ini kata Zainuddin bermula pada saat ia sedang mengendarai truk. Setelah melintasi lampu merah Jalan Medan korban dihampiri pelaku dengan mengucapkan kata kasar.

“Aku dimaki sama dia, aku lihat aja lalu aku teruskan perjalananan ku sesampainya di pajak Perluasan aku diberhentikan oleh pelaku, lalu tanpa basa basi ia lalu menodongkan senjata apinya ke arah bawah mataku hingga luka.

Lalu aku ditarik dari dalam mobil ke luar sesampainya aku diluar aku langsung di pukul dengan menggunakan tangannya, tak sampai disitu aku dicekiknya kemudian ia kembali memukuli ku,” imbuhnya.

Tak sampai disitu lanjut Zainuddin menerangkan karena pelaku merasa tidak puas, korban diseret dari samping hingga menuju belakang truk.

“Sampai aku dibelakang kebetulan ada pajak, lagi aku dipukuli ditunjangi dan kulihat dia berjalan . Tiga langkah dia berjalan ia kembali menunjang aku dengan sekuat tenaga, sehingga aku babak belur,” ungkapnya.

“Aku bertanya kepadanya, salah aku apa,malah oknum polisi tersebut yang bernama Bottor Lumbantobing tidak menghiraukan pertanyaan aku dan terus langsung menghajar ku,” tambahnya.

Usai kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsres Pematang Siantar, dan hingga kini Selasa (9/2/2021) kasus tersebut belum ada kejelasannya.

“Aku hanya minta keadilan agar kasus yang menimpa ku agar diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia,” Jelasnya kepada wartawan meminta keadilan, Saat kembali memberi keterangan kepada wartawan kru media ini di medan, Rabu (10/02/2021).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *