KKT “Pudiang Omeh” Binaan Bapak Basir Karma Malin Cahayo Lestarikan Kesenian Minangkabau

  • Whatsapp

TANAH DATAR | SHOOTLINENEWS.COM  – Untuk tetap melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional Saluang di tengah masyarakat, sekolompok masyarakat Nagari Taluk dan sekitarnya ,selalu mengadakan latihan bersama  secara rutin. Latihan yang diselenggarakan dua kali seminggu itu dibiayai secara pribadi oleh Pimpinan Pudiang Omeh yaitu Malin Cahayo.

Basir Karma Malin Cahayo

Seperti yang disebutkan pimpinan Pudiang Omeh  Bapak Basir Karma Malin Cahayo kepada Tim SHOOTLINENEWS.COM di lesehan warung milik bapak Sidik di Simpang kulit manis taluk, selain Kesenian Tradisional Pudiang Omeh juga memiliki Youtube Chanel yang diberi nama Pudiang Omeh TV sudah sebanyak 17 Youtube chanel yang telah tayang  , di lesehan warung milik bapak Sidik di Simpang kulit manis taluk,saat ini dari kedua program yang dibinanya  ada sekitar 15 anggotanya yang aktif .( 18 / 02 / 2021 )

Kelompok kesenian Pudiang Omeh  yang telah beraktifitas sejak 20 November 2020 , berawal dari adanya pertemuan kelompok pecinta seni tradisional yang memiliki bakat dan pengetahuan di bidang Seni Tradisional sesuai bidangnya yang ada di Nagari Taluak dan sekitarnya. Namun karena tersandung biaya, Malin Cahayo pimpinan Pudiang Omeh ,pecinta seni, berinisiatif membentuk kelompok kesenian tradisioanal ini. Selain biaya tidak terlalu banyak, warga sekitar banyak yang terhibur dengan bersaluang dan berdendang.Ungkap Malin Cahayo .

Tujuan dari Malin Cahayo membentuk  kesenian tradisonal Pudiang Omeh ini antara lai :

  1. Menghibur Masyarakat
  2. Revitalisasi Seni Budaya Tradisional
  3. Memperkenalkan Kesenian Tradisional Kepada Pemuda
  4. Membangkitkan minat generasi muda untuk mempelajari kesenian tradisional
  5. Menyeimbangkan alat Kesenian Tradisional dengan Alat Kesenian Modren
  6. Menggali potensi masyarakat pelaku seni yang terpendam dan mengembangkannya
  7. Memperkenalkan Geografis atau Daerah Nagari taluk dan sekitarnya .
  8. Menaikan derajat alat kesenian tradisional agar tidak dipandang rendah sebagai alat kesenian lama oleh masyarakat.

Berawal dari beranggotakan 4 orang, akhirnya berkembang sampai saat ini yang aktif setiap latihan mencapai 15 dan sebagian besar seniman senior yang ada Di Lintau Buo dan sekitarnya.Namun Malin Cahayo menyebutkan tidak ada keterbatasan anggota untuk Kesenian Tradisional Pudiang Omeh ,siapa saja yang mempunyai bakat kesenian baik tradiional dan modern yang ingin menyalurkan serta mengembangkanbakatnya bisa bergabung  tanpa dipungut biaya.Malin Cahayo  mengaku kewalahan mencari kader dari pemuda (pelajar) untuk tukang saluang,dan ukang dendang.

Selama beraktifitas, sejak 20 November 2020, kelompok Kesenian Cahayo Palito, sudah menjadi perhitungan di Masyarakat  setempat. Berbagai penghargaan dan undangan telah diikuti,dan tanpa memungut biaya alias gratis.

Sebagai pimpinan Kesenian Tradisional Pudiang Omeh Malin Cahayo mengatakan bagi siapa saja yang ingin bergabung dan ingin menyalurkan bakat , serta mengembangkan karier dibidang kesenian boleh bergabung jumlah anggota tidak terbatas karena semakin banyak anggota yang ingin bergabung akan semakin banyak kreasi serta ide yang disampaikan kesenin tradisional ini menjadi maju . Untuk itu siapa saja yang mau bergabung bisa datang ke Base Camp beralamat di Warung Bapak Sidik Simpang Kulit Manis Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar atau hubungi Contact Person Pimpinan Malin Cahayo di Nomor 0821 – 7121 – 5445 . Jelas Malin Cahayo .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *