Kurang Tanggapnya Pemkot Bogor Terhadap Bencana Longsor Di Pasir Jaya

  • Whatsapp

BOGOR | SHOOTLINENEWS — Bencana tanah longsor menerjang pemukiman padat penduduk yang menghancurkan 11 Rumah di Kelurahan Muara Jaya, Kecamatan Bogor Barat, yang terjadi pada tanggal 10, Februari 2021 ada 11 KK korban Longsor, di RT 1/2 RW06 Kelurahan Pasir Jaya Muara. Kecamatan Bogor Barat.

Kota Bogor, Jawa Barat. Saat media shootlinenews.com turun Ke lokasi dan mengkonfirmasi RT Rudi dan Beberapa Warga Yang berkumpul, Rudi mengatakan, ” sejak curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bogor, hingga menyebabkan longsor di pemukiman rumah warga yang berada di atas longsor dan menimpa rumah warga yang berada di bawah.

Kronologis kejadian pada pukul 10 WIB dalam musibah itu tidak ada korban jiwa, karena hampir semua anggota keluarga sedang diluar rumah, ini sudah dua kali kejadian longsor, dari kelurahan suruh nyari kontrakan bagi yang dampak dan sama yang punya kontrakan juga pa RW mendatangi kelurahan dan pihak kelurahan bertanggung jawab untuk mengontrak Rumah selama 3 bulan Ke-depan lebih lanjut ia mengatakan , ” Sementara sejak terjadinya musibah longsor, kita semua merasa cemas, takutnya kembali terjadi, karena saya melihat kondisi pemukiman warga, berpotensi longsor susulan apa lagi saat kondisi saat ini musim hujan.

Selama ini belum ada sama sekali bantuan dari Pemkot Bogor, tapi ada sih bantuan dari salah satu Partai Nasdem Bu Devi yang peduli memberikan bantuan paket sembako pada 11 KK korban longsor.

Sementara kekecewaan warga juga diungkapkan oleh salah satu warga bernama Ujang Sugandi mengatakan, kamar saya Ambruk tertimpa puing bangunan rumah tetangga, sebelum nya juga saya sudah curiga sebelumnya kamar saya sudah retak-retak, ternyata bener saja kejadian ambruk, selama ini yang datang sih dah banyak untuk Foto dan wawancara sama saya tapi sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah” ujar Ujang dengan nada kesal.

Sementara ada juga warga yang berinisiatif untuk membantu membuatkan proposal yang di serahkan kepada salah satu anggota Dewan dapil 4 dari partai Gerindra, namun bahasa yang di ucapkan anggota dewan yang mengatakan, saya tidak mendapat suara saat pemilihan ujarnya. Hal itu dinilai sangat melukai hati masyarakat yang sedang kesusahan seharusnya seorang anggota Dewan tidak usah berbicara seperti itu” ujar salah seorang yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

Sementara Niko selaku ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia(LPKNI), mengatakan terkait adanya laporan dari Kepala pemuda setempat berinisial Bsr dan beberapa warga yang datang ke kantor Skretariat LPKNI, mengatakan bahwa mereka dan beberapa warga sudah melakukan inisiatif dengan mendatangi Anggota Dewan,namun begitu Bsr yg mewakili warga untuk menceritakan perihal musibah tersebut,malah ada bahasa yang kurang enak dari oknum salah satu anggota Dewan tersebut diatas, saya disini berharap kepada LPKNI dan Media dapat menjembatani musibah ini,agar pemerintah kota Bogor harus segera tanggap darurat terkait para warga yang saat ini terdampak musibah ini” Ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *