MNC Finance Dan PT Bintang Barat Sumatera Dilaporkan ke Polda Sumbar Atas Dugaan Penipuan Oleh Nasabahnya

  • Whatsapp

PADANG | SHOOTLINENEWS.COM — MNC Finance dan PT. Bintang  Barat Sumatera  dilaporkan ke Polda Sumbar karena diduga telah melakukan penipuan dan perampasan kendaraan nasabahnya.

Nasabah MNC Finance dan PT. Bintang Barat Sumatera  bernama Rini Eka Gustia, A.md yang memiliki kendaraan Roda Empat atau Mobil Toyota MPV Krista 2.0 MT.02. dengan nomor rangka MHF11UF8140040298.Nomor mesin IRZ7040308 dan Plat nomor BA 1940 QH Biru Metalik.

Ir. Indrawan Ketua LSM KOAD yang merupakan pihak yang terkait dalam perjanjian peminjaman dana pada MNC Finance perjanjian kredit nomor 14219301100013 tanggal 8 februari 2019 selama 36 bulan dengan jaminan BPKB tersebut diatas, menjelaskan penipuan dan perampasan mobil miliknya  yang diduga di lakukan sekelompok orang dan kejadian itu terjadi di kantor MNC Finance beberapa hari lalu.“Saya menyadari saya punya hutang wanpretasi tetapi hal ini adalah ranah perdata, untuk diketahui Indrawan mengingatkan pihak MNC Finance dan PT Bintang Barat Sumatera melalui orang orang suruhannya, oknum Debt Colector bahwa ini adalah  pelanggaran hukum dan merupakan tindak pidana pasal 365.378.372 KUHP.

Dengan surat kedua ini saya peringatkan dengan keras jika MNC Finance dan PT Bintang Barat Sumatera tidak mengembalikan kendaraan yang telah mereka rampas dengan melakukan penipuan  tidak ada pilihan lain sebagai solusinya kami laporkan kepada pihak yang berwajib” tuturnya.

Ketika hal ini di konfirmasi ke MNC Finance dan PT Bintang Barat Sumatera tidak satupun yang bertanggung jawab atas kejadian ini, mereka mengatakan itu bukan urusan kami tetapi urusan  pihak eksternal atau Debt Colector.

Sebenarnya kewenangan melakukan eksekusi baru bisa di lakukan oleh kreditur apabila debitur melakukan pelangggaran perjanjian atau wanpretasi sesuai pasal 1238 Kitab  Perdata jangan berbuat seenaknya.

Demikian jelasnya aturan yang dibuat kata indrawan lagi, Eksekusi Fidusia Kapolri sendiri sudah membuat peraturan no 8 Tahun 2011 tentang pengamanan eksekusi jaminan fidusia yg sudah di berlakukan 22 Juni 2011.

Tak Hanya itu perlindungan lain yang di berikan UU Jaminan Fidusia yakni larangan memiliki benda yg menjadi obyek jaminan dalam hal debitur wanprestasi yang diatur dalam pasal 33 UU Jaminan Fidusia,Demikian jelasnya aturan yang dibuat.

“Saya sebagai Ketua LSM KOAD wajib memberitakan jika pelaku dan perusahaan tidak melanggar hukum, jangan mentang mentang, Jangan semena-mena akan berakibat buruk  terhadap perusahaan dan diri sendiri” sebutnya.

Demikian Surat Kedua Indrawan Kepada Perusahaan MNC Finance dan PT Bintang Barat Sumatera yang di tembuskan ke Kapolda Sumbar dan Kapolresta Padang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *