Pencanangan Perdana Pendataan Keluarga Tahun 2021, Bupati Pangkep dan Keluarga Pertama Didata

  • Whatsapp

PANGKEP | SHOOTLINENEWS.COM — Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan keluarga menjadi yang pertama didata dalam pendataan keluarga tahun 2021.

Bupati MYL dan istri, menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim pendata di rumah jabatan Bupati.

Dikatakan bupati, ia berharap kepada masyarakat memberikan data yang sebenar-benarnya kepada tim pendata.

“Agar nantinya, data yang dihasilkan berkualitas sehingga program-program pemerintah betul-betul tepat sasaran,” katanya.Pencanangan pendataan keluarga tahun 2021 dilaksanakan di aula rumah jabatan bupati Pangkep, Kamis (1/4/21).

Kepala dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pangkep, dr Hj Herlina mengatakan, pendataan keluarga 1 April – 21 Mei serentak di seluruh Indonesia.

“Pada pendataan keluarga ini, ada 4 rumpun pendataan. Data kependudukan, data terkait KB, data pembangunan keluarga meliputi kesejahteraan keluarga, sandang, pangan dan juga tingkat pendidikan. Data balita, khususnya terkait data stunting”, jelasnya.

Lanjutnya, ada dua metode pendataan yang dilakukan. Metode paper based atau formulir pendataan. Kedua, metode smartphone atau pendataan online.

“Data yang dihasilkan, merupakan kondisi ril. Karena dikumpulkan, dimutakhirkan oleh kader yang tau persis keadaan wilayahnya,”tambahnya.

Pendata yang diberdayakan di kabupaten Pangkep sebanyak 617 kader. Pendata ini akan mendata 96.075 kepala keluarga.

Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel yang hadir saat pencanangan, Hj Andi Rita Mariani mengatakan, pendataan ini ada 56 indikator.

Dia juga mengatakan, formulirnya terbagi dua. Formulir pertama terkait demografi. Sementara form kedua terkait keluarga berencana.

Selein pendataan keluarga, juga dilakukan pendataan IDM dan SSGs oleh dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa.

Kepala dinas PMD Pangkep Abd Haris Has mengatakan, pendataan IDM ini semua sektor. Bukan hanya data penduduk dan kemiskinan.

“Terkait dengan pendataan IDM dan SDGs, kita ingin nantinya data yang dihasilkan bisa melihat wajah desa. Karena kita ingin tidak ada lagi desa yang tertinggal. Pendataan ini harus tuntas, tidak boleh ada yang tertinggal,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *