Pendalaman Bom Makasar Libatkan Ormas Terlarang

  • Whatsapp

MABES POLRI | SHOOTLINENEWS.COM — Polri mengungkapkan bahwa tersangka teror bom Gereja Makassar sempat melakukan baiat di markas ormas Front Pembela Islam (FPI) yang kini menjadi organisasi terlarang. Kabagpenum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa hal tersebut terungkap berdasarkan peran dari empat tersangka yang berhasil ditangkap pasca insiden ledakan terjadi.

“Hasil interogasi dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap satu AS alias EKA alias AR, dimana perannya adalah ikut dalam perencanaan, mengikuti kejadian di Villa Mutiara, kemudian telah berbaiat di markas FPI yang merupakan markas organisasi yang sekarang sudah terlarang,” ujar Ramadhan.

Selain itu, telah beredar video pengakuan beberapa orang terduga teroris yang telah ditangkap di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Dalam video tersebut, para terduga teroris mengaku sebagai simpatisan FPI.
Salah satu terduga teroris, Ahmad Junaidi, mengatakan dalam video tersebut bahwa bahwa dirinya aktif mengikuti pengajian-pengajian dari mantan pentolan FPI Rizieq Shihab. Dirinya mengaku sempat ikut dalam pengajian diwilayah condet yang diadakan oleh terduga teroris lain, HH.

Selain itu itu, dalam rekaman video yang beredar juga terdapat pengakuan dari Bambang Setiono, terduga teroris lain yang berhasil ditangkap pihak penegak hukum. Dirinya mengatakan bahwa telah menjadi simpatisan FPI sejak Desember 2020 lalu. Ia mengaku membuat bahan peledak dari Sukabumi dan merencanakan penyerangan ke SPBU dengan bom molotov.

“Merencanakan aksi penyerangan kepada SPBU dengan bom molotov untuk menuntut bebas HRS,” ujar Bambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *