Notulen Tak Jelas, PB MBN Pertanyakan Hasil Pertemuan Aksi Ke DPRD Langkat

  • Bagikan

LANGKAT | SHOOTLINENEWS.COM — Pengurus Besar Majlis Belia Negeri Langkat mempertanyakan notulen hasil pertemuan pada aksi damai ke DPRD Langkat, Kamis 11 November 2021 kemarin. Ketika ditanya salah seorang staff belum bisa memberikan notulen hasil pertemuan tersebut dengan alasan belum ditanda tangani pimpinan.

“Tadi kami mempertanyakan notulen, tapi belum bisa diberikan sementara pertemuan sudah selesai. Setau kami hasil pertemuan kemarin bersama anggota DPRD Langkat, ada dari Golkar pak Surya Alam dan bang Anto Pedet dan pak Antoni Ginting dan pak Syamsul Rizal dari PAN yang dipimpin pak Muhamamd Bahri dari PBB menyepakati bahwa Ornamen Melayu akan dimasukkan kedalam Perda Bangunan Gedung yang saat ini sedang direvisi serta akan dilanjutkan dengan penyusunan Peraturan Bupati Langkat tentang Ornamen Melayu yang akan dianggarkan tahun 2022 nanti”, ujar Agusma Hidayat selaku Wali Utama PB MBN Langkat pada Jum’at (12/11/2021).

“Kami khawatir bahwa pertemuan kemarin tak jelas hasilnya, sebab kita sejak Januari 2021 yang lali sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat di ruang Komisi D DPRD Langkat tapi tak jelas juga hasilnya. Mereka juga bawa buku dan pulpen tapi tak tau apa yang dicatat,” ungkapnya lagi.

Selain itu PB MBN Langkat juga sudah menyurati beberapa kali Dinas terkait yakni Bappeda serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Langkat tapi tak ada respon juga sejak Januari 2021. Pada saat pertemuan kemarin juga, Kepala Bappeda Pemkab maupun Kadis Pariwisata dan Kebudayaan hanya diwakilkan oleh staffnya.

“Besok kabarnya Perda Bangunan Gedung tersebut akan dibahas di DPRD Langkat, jadi kami ingin memastikan apakah hasil pertemuan kemarin akan sesuai dengan yang diharapkan makanya kami meminta Notulensi hasil pertemuan kemarin”, lanjutnya lagi.

Beginilah gambaran bobroknya kinerja DPRD kita yang dibiayai pakai uang rakyat, pertemuan sudah usai tapi notulennya pun tak jelas, jadi mana perkataan yang bisa dipertanggung jawabkan kepada rakyat.

“Kalau pertemuan kemarin dianggap angin lalu, hasilnya tak jelas, perlu dipertanyakan kinerja DPRD Langkat kita sebagai wakil kita di legislatif dan kami akan menggerakkan massa yang lebih besar lagi, menghimpun kekuatan serta konsolidasi total dikampung kampung sampai persoalan Ornamen Melayu masuk dalam Perda dan Perbup”, pungkasnya mengakhiri.(Hermansyah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *