Ada Apa dengan Rapat FKUB Riau, Surat Rekom MUI RIAU TIDAK DIANGGAP, dan tidak dihadiri lengkap oleh seluruh perwakilan Agama

  • Bagikan

PAKANBARU | SHOOTLINENEWS.COM —  Dalam rapat FKUB yang dilakukan di Jln.Sisingamangaraja yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Riau Edi Natar Selasa (8/6/21) di kabarkan tidak sesuai dengan yang diamanahkan oleh keputusan bersama Mentri Agama dan Mentri dalam Negeri No 9 dan No 8 Tahun 2016 (SKB 2 mentri)

Dalam rapat FKUB yang harusnya di hadiri oleh utusan dari masing masing perwakilan agama dengan surat rekomendasi yang diberikan oleh masing masing perkumpulan agama tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan malah salah unsur Utusan dari Kumpulan masyarakat yang beragama Katolik, dari unsur Matakin Perwakilan masyarakat beragama Kong hu cu tidak ada hadir, dan sementara perwakilan dari perkumpulan masyarakat Hindu yang hadir, juga telah mempertanyakan hal ketidak hadiran tersebut dan juga tentang utusan dari MUI Riau yang mana yang hadir tidak sesuai dengan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh MUI Riau. Setelah mendapat informasi jelas, utusan masyarakat dari umat Hindu berniat tarik diri dari segala hasil keputusan rapat hari ini di Kediaman Wakil Gubernur Riau.

Yang lebih aneh, surat Rekomendasi yang di keluarkan oleh MUI Riau terkait siapa yang diutus sebagai perwakilan dalam pemilihan FKUB malah tidak ada yang diundang satupun dalam rapat tersebut.

Ketua MUI Riau Prof H.Ilyas Husti saat dikonfirmasi awak media Selasa malam (8/6/21) mengatakan terkejut akan hal ini, dikarenakan sebagai wadah organisasi persatuan umat muslim Riau, beliau telah mengeluarkan surat rekomendasi terhadap utusan yang layak dan pantas untuk mengikuti rapat pembentukan dan pemilihan Pengurus FKUB Riau yang malah tidak ada satupun yang diundang dan turut hadir dalam rapat tersebut.

“Saya tidak mengetahui orang yang mewakili MUI dalam rapat tersebut, rekomendasi saya sudah jelas dan orangnya sudah jelas tapi dalam rapat tersebut satupun yang saya rekomendasikan tidak ada. Berarti rekomendasi MUI sebagai wadah umat muslim tidak dianggap,” Ujar Prof H.Ilyas Husti ketua MUI Riau

Dan seperti yang diketahui oleh masyarakat sebelumnya bahwa setiap organisasi dari beberapa kelompok keagamaan telah menyatakan dukungannya kepada satu figur yaitu T.Rusli Ahmad.

Hal ini sungguh ironis, karena jangan sampai Forum Kerukunan Umat Beragama di intervensi, disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk kepentingan politik suatu kelompok, apalagi oleh oknum Pejabat di Pemerintahan dan terutama oleh oknum yang anti kepada Persatuan dan Kerukunan Umat beragama di Indonesia.

Apalagi unsur oknum Kesbangpol Riau di kabarkan turut serta dilibatkan sebagai salah satu pengurus dalam FKUB Riau.

Kesbangpol harusnya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah tidak boleh intervensi atas FKUB, kesbangpol hanya berfungsi sebagai pengarah dan pembina setiap kelembagaan agama agar tercapai Kerukunan umat beragama melalui FKUB ini di Indonesia.

Hal ini harus segera di tindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah dan Pusat, agar jangan hal ini menjadi awal timbulnya kerenggangan antar umat beragama kembali khususnya di Riau. Dan diharapkan oknum Kesbangpol tersebut segera di copot dan di tindak secara tegas,” ujar seorang tokoh agama yang tak ingin namanya disebut.

Penulis: ERICK S | PKUEditor: RD
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *