Inovasi Bekangdam XII/Tpr Menjaga Moril Prajurit di Garis Depan

  • Bagikan

SHOOTLINENEWS.COM | Oku Timur, Selasa (6/9/21) – Ada hal yang menarik saat latihan Batalyon Tim Petempuran (YTP) Yonif Raider 641/Beruang di Martapura, Sumatera Selatan kemarin. Bukan Alutsistanya, yang menarik justru logistik untuk prajurit. Tak seperti latihan biasanya, kali ini makanan yang dibekalkan untuk prajurit selama latihan kondisinya selalu hangat.

Membekalkan nasi dalam kondisi selalu hangat ini ternyata merupakan salah satu upaya dari Bekangdam XII/Tanjungpura untuk menjaga moriil dan semangat prajurit saat melaksanakan latihan. Karena dukungan logistik yang baik merupakan salah satu penentu keberhasilan latihan.

Dengan memanfaatkan teknologi Food Warmer, Bekangdam XII/Tpr berhasil melaksanakan tugas pokoknya untuk memberikan pembekalan kepada personel latihan YTP Yonif R 641/Bru dengan menyuguhkan nasi yang selalu dalam kondisi hangat.

Kabekangdam XII/Tpr, Letkol Cba Putra Bungsu Usman, S.I.P., M.M., mengungkapkan, inovasi tersebut berawal dari perintah Pangdam XII/Tpr untuk memberikan dukungan logistik kepada personil latihan yang enak, sehat dan hangat.

Ada pepatah menarik di kalangan serdadu yang menyatakan bahwa Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran tapi Tanpa logistik pertempuran tidak dapat dimenangkan. Berawal dari perintah tersebut Bekangdam XII/Tanjungpura selaku Badan Pelaksana dari Kodam XII/Tpr berupaya untuk memberikan pembekalan yang terbaik untuk mendukung latihan.

“Kami berinovasi dengan menggunakan alat pemanas makanan, yang berfungsi untuk menjaga kesegaran dan kegurihan makanan supaya tetap hangat,” ungkapnya.

Kabekangdam XII/Tpr mengatakan, alat tersebut sangat membantu dalam pelayanan dukungan logistik bagi pasukan di depan, dengan alat tersebut makanan yang disajikan bagi prajurit yang ada di garis depan atau medan latihan YTP Yonif Raider 641/Bru tetap panas.

“Sehingga prajurit lebih bersemangat untuk menyantap makanannya dan alat tersebut mempercepat dalam penyajian makanan,” kata Alumni Akmil 1997 ini.

Untuk diketahui, Food warmer sudah di lengkapi dengan temperature control sehingga ketika suhu mencapai batas panas tertentu pemanasan akan berhenti sehingga tidak akan sampai merusak makanan, dengan Food warmer atau penghangat makanan tentu saja akan lebih memudahkan dalam menghangatkan makanan secara otomatis dari pada secara manual.

Selain itu penggunaan food warmer tidak hanya dapat menghangatkan makanan, dengan suhu yang tetap hangat dan terjaga akan tetapi dengan disimpan di lemari pemanas ini dapat juga membunuh bakteri penyebab kerusakan makanan. Makanan lebih awet dan tidak mudah basi.

(Pendam XII/Tpr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *