Mahyudin Kakanwil Kementrian Agama Riau di sinyalir ikut andil dalam ricuhnya pemilihan FKUB Riau !! Tentang SKB 2 MENTERI

  • Bagikan

PEKANBARU | SHOOTLINENWS.COM  – Awak Media di Riau Rabu (9/6/21) telah mengkonfirmasi kepada beberapa tokoh agama, tentang situasi rapat pemilihan Pengurus FKUB Riau yang disinyalir memiliki dan ditunggangi oleh kepentingan oknum tertentu, termasuk disinyalir muncul nama Mahyudin Kakanwil Kementerian Agama Riau sebagai bagian dari penyebab kericuhan administrasi peserta dan kelompok perwakilan agama yang harusnya ikut mewakili kelembagaan dari masing masing agama dalam Pemilihan FKUB Riau.

Pembentukan pengurus Forum Kerukunan Umat beragama yang diselenggarakan di Ruang Rapat Rumah Jabatan Wakil Gubernur Riau jalan Sisingamangaraja Pekanbaru, Selasa (8/6/21) diduga tidak sah dan cacat hukum.

Ketua MUI Riau H.Ilyas Husti menyatakan bahwa, rapat yang diadakan di kediaman wakil Gubernur Riau jln Sisingamangaraja tidak diketahui olehnya dan Peserta yang di rekomendasi oleh MUI Riau malah tidak di akomudir sebagai peserta, belum lagi dari saudara umat Katolik dan Konghucu tidak ada hadir dalam rapat tersebut.”ucapnya

Dan Rapat yang dilakukan selasa silam terkesan dipaksakan, dan langsung di SK kan oleh Gubernur Riau dan dilantik Pada Kamis (10/6/21). Begitu cepat dan seperti sudah diatur sebelumnya.

Pasalnya Pemerintah Provinsi Riau yang harusnya menjadi fasilitator untuk pembentukan pengurus dan pemilihan ketua FKUB tersebut tidak mengundang seluruh perwakilan agama yang di akui didalam Peraturan Bersama Menteri Agama Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama Dan Pendirian Rumah Ibadat.

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Riau dianggap dengan sengaja tidak mengundang perwakilan dari agama Katolik dan tidak dihadiri dari agama konghucu, ironisnya lagi surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau yang memiliki legitimasi untuk mengutus perwakilan dari agama Islam tidak di akui oleh Pemprov Riau, dimana seluruh nama yang di rekomendasikan oleh MUI Riau, tidak satupun di undang oleh Pemprov Riau untuk menjadi peserta pemilihan ketua dan pengurus FKUB Provinsi Riau periode 2021-2026. Dimana peran Mahyudin selaku Kakanwil Kementerian agama Propinsi Riau tidak jeli dan harusnya meluruskan hal ini, tetapi nyatanya telah terjadi pembiaran dan di sinyalir hal ini di sengaja. Akibatnya telah terjadi gejolak diantara organisasi agama di Riau.

Hal ini harus di segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Agama dan segera memeriksa dan mencopot Mahyudin Kakanwil Kementrian agama Riau demi kepentingan dan kerukunan umat beragama bangsa dan Negara Indonesia.

Penulis: ERICK.S | PEKANBARUEditor: RF3P
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *