Maraknya Penipuan Online di Kendal, Begini tanggapan Kasat Reskrim Kendal

  • Bagikan

SHOOTLINENEWS.COM |  KENDAL – Dua pekan terakhir kasus penipuan online di Kendal kian marak. Mulai dari penipuan dengan kedok jual beli, arisan online hingga investasi ataupun iming-iming hadiah besar.

Modus yang kerap dilakukan pelaku penipuan online bermacam-macam, tergantung sasaran yang akan dijerat.
Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengatakan, minimnya pengetahuan masyarakat tentang informasi teknologi menjadikan modus penipuan online ini terus terjadi.

“Selama dua minggu terakhir sudah ada 5 laporan terkait penipuan online. Yang paling besar korban mengalami kerugian hingga Rp30 juta,” kata Daniel, Rabu 6 oktober 2021.

Dikatakan, penipuan online ini mudah terjadi karena masyarakat mudah tergiur dengan penawaran yang menarik, iming-iming keuntungan dan mendapatkan hadiah.

Tidak hanya itu masyarakat kurang literasi dan kondisi yang ingin mendapatkan uang dalam jumlah banyak dan tidak perlu usaha banyak menjadi alasan masyarakat mudah tertipu.

“Jaman teknologi seperti saat ini tindak pidana IT semakin banyak dan mudah dilakukan. Yang paling mudah karena tergiur dengan harga murah jika itu bermodus jualan, atau mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat. Atau juga diiming-imingi dapat hadiah namun harus mengeluarkan sejumlah uang agar bisa mencairkan hadiah,” jelas Daniel.

Upaya pencegahan bukan dari polisi tapi juag lembaga Lominfo karena masih ada kelemahan proteksi data yang membuatnya, seseorang bisa mengakses data orang lain.

Sasarannya biasanya acak tetapi yang menjadi korban adalah orang yang kurang paham dengan IT dan mudah tergiur dengan segala macam iming-iming dari pelaku.

“Pesan saya untuk masyarakat Kendal berhati hati jangan mudah tergiur dengan keuntungan besar atau barang murah. Pastikan transaksi yang legal bila ada yang minta kode OTP jangan mudah diberikan,” imbuh kasat.

Laporan penipuan yang sudah masuk mulai dari penipuan jual beli barang impor, arisan online dengan keuntungan besar, mendapatkan hadiah tanpa mengikuti kuis.

“Sekali lagi untuk waspada dengan modus yang digunakan pelaku penipuan online karena korban sudah banyak,” pungkasnya.

(Spyd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *