Oknum Guru SMK 5 Inisial UI Diduga Lakukan Tindakan Diluar Batas (Arogan) Terhadap Murid Kelas 10

  • Bagikan

BITUNG — Diduga Oknum Guru SMK 5 inisial Ui Lakukan tindakan diluar batas atau (arogan) pada murit kelas 10, (kelas 1 SMK 5 Bitung), yang berada di kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Selasa (16/11/2021).

Dalam hal ini, orang tua murid keluhkan perlakuan oknum guru inisial Ui di SMK 5 Aertembaga Kota Bitung tersebut.

Awalnya, tindakan dari oknum guru yang arogan ini, orang tua murid tidak mau expos ke media namun oknum guru lakukan lagi.

Saya sebagai sala satu orang tua murid merasa sangat kecewa dengan tindakan guru tersebut padahal saya sudah mengikuti perintah dari guru tersebut untuk menghadap.

Waktu saya menghadap, saya melihat anak saya dan beberapa teman lainya di depan kelas yang tidak di ijinkan mengikuti mata pelajaran dari guru tersebut, “sebut orang tua murud yang tidak mau disebutkan namanya.

Tambahnya lagi, “Saya pun menanyakan kenapa anak saya di keluarkan gurupun menjelaskan dengan nada kita kira bapa pe anak so brenti skolah, “ujarnya.

Katanya lagi, “Guru tersebut mengatakan kepada saya terkait anak saya katanya ‘tidak perna terlihat di kelas anak saya’ saya katakan, dengan dasar apa ibu mengatakan itu, gurupun menjawab dengan dasar apsen tidak ada. Padahal jelas pengakuan dari anak saya dan beberapa teman lainya bahwa nama mereka tidak di panggil untuk mengikuti pelajaran tersebut. Tapi saya pun mengikuti arahan dari guru tersebut walaupun aga sedikit kecewa dengan tindakan guru itu, “ungkapnya.

Saya pun memberitahukan kepada anak saya dan temannya untuk menyalin pelajaran sbk yang tertinggal beberapa kali dan bila selesai berikan ke guru tersebut, “ujarnya.

Anehnya waktu anak saya serahkan mata pelajaran yang tertinggal ke guru tersebut, tidak ada kata kata yang menyakitinya, Tetapi pada saat apel pulang anak saya di interfensi di barisan menggunakan alat pengeras suara Dengan kata kata ” Ngana baru muncul di skola so beking masala bawa orang tua kaskola bawa bawa nama publik media.
Perkataan guru tersebut membuat mental anak saya terpukul dan malu “katanya.

Padahal setau saya pada waktu saya menghadap ke guru itu perbincangan kami berahir dengan harmonis, “terangnya.

Awalnya sejumlah murit yang mengikuti mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) dikeluarkan dari kelas dengan alasan yang kurang tepat,
Pada saat tatap muka dengan guru tersebut.

“Salah satu murid menerangkan bahwa sebelum tatap muka memang benar guru SBK menerangkan lewat grub WA pada saat mengikuti pelajaran Daring bahwa, Catatan dan Tugas Harus Lengkap Jika tidak, Akan ada konsuekensi yang akan di terima Siswa, Tapi tidak di jelaskan bahwa di buku SBK jangan campur dengan pelajaran lain.

Kemudian pada saat sudah mulai tatap muka dan masuk di mata pelajaran SBK kami di keluarkan tanpa mendengar penjelasan kami mengapa mata pelajaran bisa tercampur pada saat kami mengikuti pelajaran Daring.

kami pun menunggu di depan kelas dengan harapan dapat di masukan kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran SBK. Tetapi tetap saja kami di biarkan.

kami di minta untuk menghadapkan orang tua dulu Baru boleh di masukan kembali.. tutup murid tersebut.

(Syarif)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *