IRSAN HB : Oknum Wartawan, LSM, dan ORMAS Abal- Abal Tak Usah Diapresiasi dan Diberi Ruang

  • Bagikan

JENEPONTO | SHOOTLINENEWS.COM — Oknum Wartawan LSM ORMAS abal-abal itu tak usah diapresiasi dan diberi ruang karena tidak penting-penting amat. Mereka yang melakukan praktik seperti itu jelas melanggar hukum, tinggal laporkan saja ke polisi,” katanya IRSAN HB Pada awak media SHOOTLINENEWS.COM By Phone di Jeneponto (2/4/2021).

Irsan Hb ketua koordinator wilayah Indonesia timur lembaga kita PD koalisi independen transparansi anggaran pusat dan daerah menyampaikan para oknum Wartawan dan LSM Ormas di manapun itu berada marilah kita sama-sama menjaga nama keluarga besar dari Wartawan dan LSM dan ormas Jangan disalahgunakan

Para oknum wartawan Peran dan Tanggung Jawab. Menulis, menganalisis, dan melaporkan suatu peristiwa kepada khalayak melalui media massa secara teratur. Memeriksa keautentikan suatu informasi yang akan disampaikan.

Melakukan wawancara kepada narasumber demi memperoleh informasi akurat untuk disampaikan ke publik.dan Kita tahu bahwa para oknum LSM merupakan organisasi di luar pemerintah atau birokrasi, yang tugasnya membantu kinerja pemerintah dalam kegiatan kemasyarakatan dan juga sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan.

Dan Ormas dan LSM merupakan perwujudan dari berlangsungnya masyarakat sipil yang pemerasan oleh orang-orang yang mengaku Oknum wartawan atau aktivis LSM menjadi hantu tersendiri bagi pejabat di daerah.

Meminta pejabat publik dan masyarakat tidak melayani Oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) “abal-abal” atau palsu yang kerjanya menakut-nakuti masyarakat serta melakukan praktik pemerasan untuk mengeruk kepentingan pribadi.

Menurut dia profesi wartawan itu mulia, harus dijalankan dengan mengikuti aturan hukum dan kode etik. Artinya tidak melulu aturan hukum saja, ada rambu-rambu etika yang harus dipatuhi bagi yang menjalankan profesi ini.

Jadi bukan wartawan namanya yang menciderai profesi, ini menjadi salah satu tanggung jawab Oknum organisasi wartawan untuk menertibkannya,” lanjut dia.

Ia menyampaikan organisasi wartawan memiliki tanggung jawab memperhatikan dan melindungi anggota dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

“Tujuannya untuk menjaga kehormatan profesi jurnalistik tadi, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga profesi ini dari pihak lain yang mengganggu kehormatan profesi wartawan itu dengan melakukan

Menurutnya hal itu dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan oleh Oknum wartawan abal-abal.

Sementara IRSAN HB ketua koordinator wilayah Indonesia timur Lembaga KITA PD (koalisi independen transparansi anggaran pusat dan daerah) memberikan informasi pihak kepada tersebut mengimbau pejabat publik

dan masyarakat selektif dalam merespons permintaan informasi dari orang-orang yang mengaku-aku sebagai oknum wartawan atau dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM).

“Harus selektif, jangan mudah percaya pada orang-orang yang mengaku oknum wartawan atau LSM. Orang-orang bekerja profesional pasti akan menunjukkan identitasnya, dan memperkenalkan diri dengan santun,” kata dia.

Ia menambahkan untuk Oknum LSM yang meminta informasi kepada badan publik setidaknya harus bertatap muka, tidak bisa lewat telepon.

Legalitas Oknum LSM juga harus jelas, misalnya harus jelas akta notaris pendiriannya, ada surat pengakuan dari Kesbang Pol, serta surat izin dari Kementerian Hukum dan HAM, sebut dia.

“Kalau sudah memenuhi persyaratan itu, dan mereka juga profesional, silakan dilayani. Sementara oknum LSM abal-abal, yang tidak jelas legalitasnya, tidak usah dilayani,” lanjutnya.

Menyikapi perilaku Oknum wartawan abal-abal yang marak belakang ini, ia meminta agar tidak meresponsnya.

“Kalau ada yang mengaku-ngaku Oknum wartawan, dengan mengancam, memeras, dan pertanyaannya tidak jelas ujung pangkalnya tidak usah direspons,” katanya.

Penulis: WYNDOEE | DEWAN REDAKSIEditor: RANK DJAMBAK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *