Persit KCK Koorcab Rem 091 PD VI/Mulawarman bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim gelar Workshop Posbindu PTM.

  • Bagikan

SAMARINDA, Shootlinenews.com
Pos pembinaan terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini, dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan berkala. Tujuan Posbindu PTM yakni meningkatkan peran masyarakat, khususnya pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. “Melalui Posbindu PTM dapat sesegera mungkin pencegahan faktor risiko PTM, sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan. Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15-59 tahun,” ujar Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro S.I.P., M.Si,. Kamis(9/9/2021)

Jendral bintang satu tersebut menjelaskan, hari ini workshop posbindu PTM sudah dilakukan bersama Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 091 PD VI/Mulawarman yang sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim. “Kami sebenarnya sudah melakukan di level Kodim, hasil pelatihan itu nantinya memberikan pemantauan kepada anggota di internal, bahkan masyarakat. Sejatinya kan sudah dilaksanakan di tingkat kelurahan dan kecamatan, dan memang harus ditingkatkan kembali. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelas alumnus Akmil 1987 tersebut.

Setelah pelatihan, pihaknya bersama persit bakal sesegera mungkin melaksanakan kegiatan, dengan pendampingan dari petugas puskesmas yang ada di sekitar Posbindu. “Posbindu juga harapannya tak hanya di level masyarakat, tapi di lingkungan swasta juga bisa dijalankan, minimal untuk karyawan, dan itu secara sendirinya bakal meluas untuk terus memperhatikan pola hidup sehat, sehingga bisa mendeteksi risiko PTM juga,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 091 PD VI/Mulawarman Ny Suzy Cahyo Suryo Putro menekankan, prosesnya sudah berjalan. Targetnya total di seluruh wilayah kerja Korem. “Tidak hanya di level Kodim saja, melainkan turut melibatkan masyarakat, sehingga bisa terpantau secara maksimal,” jelasnya. Bentuk kerjanya, lanjut Suzy, setiap bulan secara reguler ada kegiatan. “Sasaran itu mulai wawancara, ditanya perokok atau bukan, bagaimana olahraga nya, ada hipertensi atau tidak, dan lainnya. Ada juga langkah pengukuran tinggi badan,” tegasnya.

Nantinya, Posbindu PTM dilakukan bisa seminggu dua kali. Sehingga, program regulernya tetap berjalan, bekerja sama dengan Dinkes. Rencananya, ada 19 Posbindu, yang setiap titiknya diisi lima kader.

“Persit KCK Koorcab Rem 091 PD VI/Mulawarman menjadi bagian yang tidak lepas dari program kesehatan untuk anggota. Sebagai wujud partisipasi kesehatan masyarakat, dan mendorong pentingnya penguatan posbindu untuk pembangunan kesehatan, yang artinya membiasakan pola hidup sehat sejak dini,” kuncinya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *