Razia Masker Makin Gencar, 55 Warga Pasbar Masuk Data Sipelada

  • Bagikan

Polisi Resor (Polres) Pasaman Barat kembali laksanakan Operasi Yustisi pada Minggu, 6 Juni 2021 siang, untuk mendisiplinkan masyarakat guna menekankan penyebaran Covid-19 agar mematuhi protokol kesehata

Razia yustisi di ruas jalan bundaran Simpang Empat itu dilakukan oleh 15 personil gabungan dari Satuan Intelkam, Satuan Sabhara dan Satuan Lalu-Lintas Kepolisian Resor Pasaman Barat.

“Operasi ini dilakukan rangka penegakan Peraturan Daerah Provinsi Sumbar No 6 tahun 2020 dalam penerapan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran COVID-19,” kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan Intelkam AKP. Teguh Priyatno,SH.

Ia mengatakan, petugas memberhentikan kendaraan sepeda motor maupun mobil yang melintas di lokasi pelaksanaan operasi tersebut, jika pengendara ditemui tidak menggunakan masker maka dilakukan pemberian teguran lisan.

Selain itu, pelanggar juga diberikan sanksi administrasi, dengan diwajibkan memakai  masker yang diberikan gratis dan kemudian didata dalam aplikasi khusus yakni Sistem Informasi Pelanggar Perda (Sipelada).

“Operasi Yustisi merupakan salah satu upaya dari Polres Pasbar untuk memberikan peringatan dan efek jera bagi masyarakat sehingga mau melakukan pendisiplinan dalam menerapkan Protokol kesehatan, yang dalam hal ini khususnya penggunaan masker dalam aktifitas sehari-hari diluar rumah guna mencegah dan memutus penyebaran Covid-19, sehingga kedepannya potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” ujarnya .

Pada operasi yustisi tersebut, sebanyak 55 orang pelanggar dilakukan penindakan sesuai SOP serta pendataan secara Online melalui Aplikasi Sipelada.

Menurutnya operasi yustisi yang digelar menyasar warga masyarakat yang belum juga patuh akan prokes khususnya memakai masker di kawasan bundaran Simpang Empat yang bertepatan dengan hari pasar di lokasi setempat.

“Dari pelaksanaan kegiatan itu terjaring 55 pelanggar prokes tidak menggunakan masker,” katanya kepada warga yang terjaring itu dikenakan sangsi sosial sesuai Perda No. 6 tahun 2020.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19.

Sebelumnya pada Jumat (4/6) jajaran Polda Sumbar menggelar rapat Anev COVID-19 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto.

Kapolda menyampaikan bahwa saat ini penyebab terjadinya peningkatan kasus positif COVID-19 di Sumbar diantaranya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran wabah.

“Potensi kerumunan yang masih terjadi di area publik, ketidakpatuhan masyarakat kepada protokol kesehatan, dan masih ada ketidakpercayaan masyarakat menjadi penyebab utama,” kata Kapolda.

Berdasarkan arahan pimpinan itulah razia oparasi yutisi terus akan gencar dilakukan di berbagai wilayah di Pasaman Barat

Penulis: Dodi IfandaEditor: 007
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *