Ribuan Masyarakat Geruduk Pasar Sawahlunto, Songket Silungkang Jadi Icon SISSCa 2022

  • Bagikan
Sawahlunto | Ribuan Masyarakat Kota Sawahlunto dan sekitarnya Geruduk (serbu – red) Pasar Sawahlunto sehingga memenuhi jalan di pasar remaja sampai ke lapangan segitiga, pasalnya pada saat itu mereka ingin melihat penampilan gaya dari masing masing peserta SiSSCa, yangmana  Songket Silungkang  menjadi Icon dari SiSSCa 2022 yang merupakan perhelatan  tahunan Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Peserta berhasil memukau ribuan penonton, utamanya saat peserta carnival melintas, di panggung utama dan sepanjang jalan utama kota Sawahlunto, pada Sabtu 10 September 2022.

Rangkaian dari  carnival SiSSCa 2022 ini, sebelumnya telah didahului dengan kegiatan Sawahlunto Songket Silungkang Expo, pameran karya Tenun dan produk UKM di GPK Kota Sawahlunto pada hari Senin 5 September 2022.

Dalam tayangan Video pendek menyambut SISSCa 2022 berulang kali kata kata Songket Silungkang meluncur dari  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, SH dalam sambutan pembukaan  SiSSCa dengan semangat   menyampaikan ungkapan terimakasihnya, karena telah mengangkat nama Songket Silungkang.

Sama kita ketahui, Songket Silungkang merupakan salah satu icon Kota Sawahlunto melalui SiSSCa, yang telah menggaung ke Seantero jagad  sejak Tahun 2015 dalam Guinness Book of Records.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, sedikitnya mampu membangkitkan ekonomi masyarakat pasca pandemi covid dan naiknya harga BBM mulai dari para pedagang, pengrajin Songket Silungkang dan produk UKM lainnya dari Kota Sawahlunto.

Songket Silungkang Sawahlunto merupakan songket tertua di Indonesia.Melalui kegiatan SiSSCa, yang masuk ke dalam 100 Wonderful Pariwisata Indonesia hendaknya dapat kembali membangkitkan ekonomi masyarakat Sawahlunto.

“Sebagai inovasi dalam pengembangan Songket Silungkang, dengan bahan dasar Songket dapat diolah menjadi berbagai produk seperti Kostum, Tas, Dasi, Peci,” pungkas  Wako Sawahlunto Deri Asta SH.

Kegiatan SISSCa tersebut diikuti oleh 49 Peserta (kelompok) termasuk dari luar kota yaitu Jambi, Padang, Solok dan Kota Payakumbuh serta berbagai element lainnya.

(An)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *