SEKATA: Konsilidasi Pertemuan Kelompok Tani, Serikat Kaum Tanah Enam Ratus Dalam Fungsionaris Susunan Baru

  • Bagikan

SHOOTLINENEWS.COM | Marelan — Bermula Pada Tahun 2010 lembaga ini terbentuk telah lahir kelompok-kelompok tani terdahulu yang berfungsi dan berperan aktif di masyarakat dalam mengelola dan menguasai lahan lahan- lahan pertanian di atas areal tanah Ex Lander from di wilayah Helvetia pasar X-XI Kabupaten Deli Serdang.

Demi memperjuangkan lahan pertanian masyarakat di hadapan hukum di atas area tanah Ex Lander from yang kini di usahakan PTPN II HGU. Minggu (26/9/2021).

SEKATA, beralamat di Sekretariat Jalan Marelan Raya No,I Lingkungan XI kelurahan tanah enam ratus kecamatan Medan Marelan kota Madiyah Medan Provinsi Sumatera Utaradi masa itu, di Bentuk untuk memayungi, melindungi, memperjuangkan,dan sekaligus area tanah Ex Lander from di hadapi hukum dengan dasar alas hak surat keputusan Gubernur Sumatera Utara Tahun 1952 dan 1982 sesuai PETA Persil yang di tanda tangani oleh kepala Direktorat Sharia Sumatera Utara Yang di Tanda Tangani oleh Sudiro Pada Tanggal 27 Maret 1982.”Pada saat itu. Minggu(26/9/2021)

Lebih lanjut, Sekata lahir menjadi lembaga institusi yang lahir dari masyarakat guna berperan aktif sebagai lembaga pengawas/kontrol Pemerintah penyelewengan dan penyalahgunaan kebijakan dan kewenangan kebijakan dan kewenangan Negara Sesuai ketentuan PP No.68 Tahun 1999,Dalam Sistem penyelenggaraan Pemerintah bersama masyarakat yang di atur dalam PP No,71 Tahun 2010 tentang tata cara pelaporan dan pemberian laporan oleh masyarakat di harapkan pemerintah sebagai penyelenggara Negara Yang bersih dan bebas Korupsi,Kolusi,dan Nepotisme.

Dari dasar inilah sekata terbentuk dalam wadah organisasi petani untuk bisa mendapatkan hak yang semestinya,dalam proses kelompok tani sekata sudah terjadi 3 kepengurusan yang berganti dari ketua pertama, Drs. M.Noor Arif,SH, Sempat terjadi ke Vacum dalam menjalankan organisasi di sebabkan internal yang terjadi di saat itu.

Lebih lanjut, Di lanjutkan ke pemimpin ketua dua, Abdullah Sani Pada Tahun 2013 sempat menjalankan lebih kurang empat tahun lamanya,di tahun 2017 beralih lagi di pimpin oleh ketua 3 yakni Faisal yang juga telah terjadi gejolak dan tidak tuntasnya penguasaan lahan yang semestinya di miliki serikat tani Sekata sampai saat ini.

Dari hasil tahun ke tahun di telusuri dan Terpantau Media ini,Ada pertemuan lanjutan masyarakat sekitar lahan Ex Lander from Ex PTP II HGU yang kini telah di kuasai oleh pihak lain dengan ketentuan kelompok tani maupun perorangan yang bertani serta mendirikan bangunan yang ada.

“Donald Tarigan,Salah satu Wakil Ketua yang baru hasil musyawarah masyarakat kelompok Tani dengan ketua baru I Syafaruddin selaku ketua terpilih hasil musyawarah pada tahun 18 Juni 2018.

Tarigan,”yang akrab di panggil menuturkan ini dalam masih terus di bahas untuk bisa membuat akte perubahan baru yang di rekomendasikan dari kepenggurusan terdahulu serta di beri kuasa atas kegiatan kelompok Tani sekata ini,”ungkap Tarigan.

Dalam paparan nya,”Tarigan menggatakan hal ini akan segera kita konsilidasi susunan kepengurusan serta tembusan surat menyurat sebagai landasan hukum yang jelas serta tidak berkelanjutan aksi-aksi gelombang masyarakat yang terus bergejolak dan di kwatir kan terjadi korban jiwa akibat adu fisik.

Dalam Pantau Awak Media ini telah banyak lahan yang di per Jual belikan dari kelompok kelompok yang mengklaim miliknya meski itu uang ganti tanaman dari perjanjian jual beli yang di lakukan.”Cetus Tarigan.

Untuk itu di minta pemerintah turut serta untuk bisa menyelesaikan tanah sengketa yang di klien para pihak yang menguasai mau pun yang menggarap lahan tersebut.Harapanya agar konflik panjang masyarakat ini bisa terselesaikan dengan baik dan menjadi pemukiman yang benar benar baik untuk masyarakat dan ahli waris yang sebenarnya yang telah tercantum.”kata Tarigan.

Pemerintah pusat juga di harapkan campur tangan untuk bisa memberikan hak milik ahli waris serta masyarakat dengan keluarnya surat kepemilikan tanah berdasarkan alas hak dasar tanah,”Terang Tarigan Mengakhiri Pembicaraannya.

(Lili S.86)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *