Tingkatkan Kapasitas Warga Nahdiyin Dengan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU)

  • Bagikan

Pasaman Barat, Shootlinenews.com

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Barat terus berupaya membesarkan Nahdlatul Ulama di Sumatera Barat dengan berbagai kegiatan, termasuk melaksanakan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). Melalui MKNU ini peningkatan kapasitas warga dan simpatisan Nahdlatul Ulama di Sumatera Barat semakin lebih baik memahami NU.

Demikian diungkapkan Ketua PWNU Sumatera Barat Prof. Ganefri, Ph.D, Minggu (10/10/2021) dini hari dihadapan peserta Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) PWNU Sumatera Barat yang diselenggarakan di aula STAI Yaptip di Simpang Ampek Pasaman Barat. Menurut Ganefri, pelaksanaan MKNU di Pasaman Barat ini merupakan gairah dan semangat dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasaman Barat dalam mengembangkan NU yang lebih terarah, tersistematis dan terprogram.

“Gairah untuk melaksanakan MKNU ini diharapkan dapat dilaksanakan di seluruh cabang NU di kabupaten/kota di Sumatera Barat. Tentu ini bisa dilaksanakan sebagai bentuk dari kebanggaan menjadi warga NU. MKNU ini merupakan sebuah program kewajiban warga NU agar lebih mengenal NU secara lebih tepat,” kata Ganefri yang juga Rektor Universitas Negeri Padang ini.

Dikatakan Ganefri, fikrah atau pemikiran yang dikembangkan oleh NU penuh dengan nilai-nilai toleran, keseimbangan dan moderat di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama. NU menyadari bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki berbagai perbedaan, namun tetap satu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Ganefri, di Sumbar dulunya juga sudah banyak paham yang beragam. Ada yang paham kekiri, ada yang ke kanan, ada juga yang moderat. Tokoh-tokoh dari Sumatera Barat seperti Agus Salim, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Bung Hatta, Muhammad Yamin dan sebagainya itu juga memiliki pandangan yang berbeda. Namun dalam pandangan kenegaraan terhadap Indonesia, mereka tetap satu menginginkan Indonesia merdeka dari penjajahan bangsa asing. Mereka juga tidak mau menonjolkan politik identitas, karena mereka menyadari bahwa Indonesia itu beragam.

 

Ganefri didampingi jajaran pengurus  PWNU Sumatera Barat antara lain Wakil Ketua Azwandi Rahman, Wakil Sekretaris Agustian Piliang, Ketua PCNU Pasaman Barat Syawal Syuro. MKNU dibuka Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Dr. H. Ulil Abshar Hadrawi, M.Hum, Jumat (8/10).

Kepala MKNU PWNU Sumbar Armaidi Tanjung menyampaikan, pelaksanaan MKNU di STAI Yaptip Pasaman Barat yang berlangsung Jumat (8/10) hingga Minggu (10/10) diikuti 110 peserta yang berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Kota Bukittinggi dan Kota Padang.

“MKNU ini merupakan angkatan ke-319 yang dilaksanakan PBNU. Sedangkan bagi Tim MKNU PWNU Sumatera Barat merupakan MKNU yang ketiga kalinya. Sebelumnya MKNU pertama diadakan di Bukititnggi pada Juni 2021 dan MKNU Eksekutif PWNU Sumatera Barat pada 28-30 Agustus 2021 di Hotel UNP Padang. Alhamdulillah, pelaksanaan MKNU yang ketiga ini semula hanya ditargetkan 60 orang. Ternyata peserta melebihi target karena cukup tingginya semangat untuk mengikuti MKNU agar lebih memahami NU secara benar dan dari sumber yang valid,” kata Armaidi Tanjung menambahkan.

Penulis: DODI IFANDAEditor: Dolop 007
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *