Padang, Shootlinenews com
Pada hari jum,at..12 mei 2023 sekitar pukul 2.20 wib Padang Sumbar.
Telah terjadi penarikan paksa oleh 4 orang debkolektor di jln Baypas Padang
Debkolektor yg bernama NANDA mangambil kunci mobil tanpa sepengetauan Iwan nasabah yang lagi turun melihat kondisi ban mobil.
Setelah kunci mobil sudah di kuasai dengan 4 orang debkolektor tersebut kemudian salah satu nya yg bernama Nanda menghapiri Iwan
Denkolektor menerangkan kepada nasabah bahwa mobil tersebut dalam keadaan menunggak dan harus kita selesai kan di kantor Adira Finance padang Jalan Patimura no.4 ujar nya.
Terus nasabah memperkenal kan diri nya kepada debkolektor bahawasanya saya sebagai jurnalis dan sebagai ketua Dpd Lsm penjara pembaruan nasional di (sumbar)
Setelah memperkenal kan diri maka nya saya menanyakan kan tentang aturan yang di lakukan oleh debkolektor mengambil kunci mobil tanpa sepengetauan nasabah dan menarik mobil secara paksa di jalan.
Jawab debkolektor tersebut yg bernama nanda.. itu aturan kami,walau pun gak pekek kunci kontak kami pun bisa menarik mobil nasabah dan itu aturan kami .kata depkolektor yg bernama Nanda tersebut.
Setelah berselang waktu berdebat sama pihak debkolektor , mobil langsung dibawa oleh debcoletor ke kantor Adira ber alamat jln patimura no.4 padang….
Nasabah pun dengan terpaksa mengikuti mobil nya karena barang dagangan nya masih di atas mobil tersebut
Setelah sampai di kantor Adira saya di suruh menghadap ke pada atasan nya di lantai tiga
setelah itu saya di suruh menanda tangani surat di atas matrei dan saya tidak mau menandatagani surat tersebut ,saya pun lansung keluar dr kator Adira.
Setelah saya keluar dari kantor
ternyata barang dagangan saya yang di mobil sudah di turun kan di depan kantor Adira sebagian yang aneh nya lagi, tas pakaian saya pun di bukak mencari surat-surat mobil tanpa meminta izin sama sekali kepada saya.
Sekarang yang belum di turun kan sama depkolektor dari atas mobil tv,speker sm power dongrak,lampu sesoris,krengkeng.
Kepada yang terhormat bapak ibu para penegak hukum dan yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia menindak lanjuti permasalahan ini.
(Sumber IWAN)














