BERITA  

Wakil Bupati Solok Dorong Penanaman Pohon Berkelanjutan, Pemulihan Lingkungan Jadi Tanggung Jawab Bersama

KABUPATEN SOLOK, SHOOTLINENEWS – Pemerintah Kabupaten Solok mendorong penguatan upaya rehabilitasi hutan dan lahan melalui kolaborasi lintas sektor. Penanaman pohon dinilai perlu diikuti pemeliharaan berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., saat mewakili Bupati Solok dalam kegiatan Gerakan Penanaman Pohon Serentak dalam rangka Public Awareness Pemulihan Hutan dan Lahan, di nagari kinari kecamatan bukit sundi,Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut didukung pendanaan FOLU Nationally Determined Contribution (NDC) 2 dan 3 serta RBP REDD+ GCF Output 2. Pelaksanaannya melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan dan nagari, kelompok tani hutan, tokoh adat, serta masyarakat dan pegiat lingkungan.

Dalam kesempatan itu, H. Candra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon tersebut. Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen nyata.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Penanaman Pohon Serentak dalam rangka pemulihan hutan dan lahan ini. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam,” ujar Candra.

Ia mengatakan, sesuai arahan Bupati Solok, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan penanaman pohon.

“Sebagaimana arahan Bapak Bupati Solok, upaya menjaga lingkungan harus menjadi perhatian kita bersama. Kita tidak hanya berbicara tentang penanaman pohon, tetapi juga bagaimana memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, dipelihara secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” katanya.

Belajar dari Bencana

Menurut Candra, rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada 2025, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor dan galodo, menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Kabupaten Solok juga menghadapi dampak bencana, termasuk peristiwa galodo di kawasan Arosuka yang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas pemerintahan dan mengganggu pelayanan publik.

Pengalaman tersebut, menurutnya, harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan hutan dan lahan. Upaya pemulihan lingkungan perlu melibatkan pemerintah dan masyarakat secara konsisten.

“Kita semua memahami bahwa Kabupaten Solok memiliki kekayaan alam yang harus dijaga. Pengalaman menghadapi bencana banjir bandang, tanah longsor, dan galodo menjadi pengingat bagi kita bahwa pengelolaan lingkungan tidak boleh diabaikan. Karena itu, upaya pemulihan hutan dan lahan perlu dilakukan secara serius melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kawasan hutan, melindungi sumber air, serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Solok mendukung langkah-langkah rehabilitasi hutan dan lahan serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kawasan hutan, melindungi sumber air, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan,” tegasnya.

Menjaga Keberlanjutan Lingkungan

Candra berharap gerakan penanaman pohon dapat berlanjut menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Keberhasilan program, menurutnya, tidak cukup diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan merawat tanaman dan menjaga kelestarian kawasan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Dengan sinergi seluruh pihak, kita ingin mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Solok yang berwawasan lingkungan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur TNI-Polri, perwakilan kejaksaan dan pengadilan, kepala perangkat daerah, Camat Bukit Sundi, Wali Nagari Kinari, kelompok tani hutan, tokoh adat, serta masyarakat dan pegiat lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap upaya pemulihan hutan dan lahan semakin mendapat dukungan luas. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pelestarian sumber daya alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang. STK

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *