Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — Pengalaman pahit banjir dahsyat November 2025 menjadi pelajaran berharga bagi Aceh Tamiang. Saat seluruh jalur telekomunikasi lumpuh, hanya jaringan radio amatir yang tetap menyala. Berangkat dari kenyataan itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., meminta seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Kepala SKPK, Camat, hingga Datok Penghulu untuk secara aktif bergabung dan memperkuat keberadaan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di daerah tersebut.
Seruan itu disampaikan Ismail saat membuka Pembentukan Organisasi Lokal (Orlok) sekaligus Musyawarah Lokal (Muslok) ORARI Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026 di Cafe FN Desa Dalam, Minggu (18/10/2026).
“Jangan menunggu bencana datang baru kita bersiap. ORARI harus terintegrasi dengan BPBD, Dinas Kominfo, dan seluruh instansi. Jadikan ia mata dan telinga pertama di garis depan,” tegas Ismail.
Saat banjir November lalu, keberadaan ORARI terbukti menjadi urat nadi informasi yang menghubungkan daerah terisolasi dengan pusat. Melalui jalur radio amatir, Bupati Aceh Tamiang dapat menyampaikan kondisi darurat ke luar daerah, sehingga bantuan kemanusiaan segera tiba tepat sasaran.
“Bencana adalah guru terbaik. Pengalaman mahal itulah yang mendorong kita memperkuat ORARI, bukan sekadar organisasi, tetapi jaringan keselamatan nyawa masyarakat,” ujarnya.
Ismail menekankan pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis memastikan setiap kecamatan dan titik rawan bencana memiliki simpul komunikasi yang siaga 24 jam. Ia juga mengingatkan pengelolaan frekuensi radio bukan sekadar urusan teknis, melainkan masalah kedaulatan, ketertiban, dan kesiagaan daerah.
“Kita ingin melahirkan operator radio yang tidak hanya cakap mengoperasikan perangkat, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kepatuhan hukum terhadap regulasi spektrum nasional,” tambahnya.
Kehadiran Balai Monitor Frekuensi Radio dalam kegiatan ini juga menegaskan komitmen bersama menjaga ruang udara bebas dari interferensi, sehingga jaringan komunikasi darurat tetap andal saat paling dibutuhkan.














