PANGKEP SULSEL – Demi menuntut keadilan masyarakat biringere yang tergabung dalam aliansi masyarakat BiringEre dengan mengendarai sepeda motor dan mobil, sekitar seribuan warga masyarakat Desa BiringEre Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep mendatangi Mapolres Pangkep.
Para pendemo melakukan aksi damai dengan berorasi di halaman polres Pangkep untuk mempertanyakan tindakan diskriminatif yang diduga dilakukan pihak kepolisian resort Pangkep, Senin (15/8/2022).
Jujur saja, di Kabupaten Pangkep banyak penambang yang melakukan penambangan galian C tanpa mengantongi izin menambang dari Dinas terkait.
Namun, kepala Desa BiringEre M Syawir hanya melakukan pengerukan sungai sepanjang 20 meter, langsung dijebloskan ke tahanan Polres Pangkep. Sementara, penambang di Kecamatan Balocci, HL hanya diberi teguran dan disuruh menghentikan kegiatan tanpa dieksekusi dan dijebloskan ke tahanan. Demikian pula di Kelurahan Sapanang, penambang hanya disuruh hentikan aktivitas menambang. Dimana letak keadilan ?, ungkap pengunjukrasa, Danial.
Kalau memang pihak kepolisian mau tegakkan aturan, jangan tebang pilih, semua penambang yang beroperasi tanpa izin harus diproses sesuai hukum yang berlaku, jangan hanya Kepala Desa BiringEre, M Syawir jadi tumbal, tandas tata Syahrul.
Usai berorasi di depan Mapolres Pangkep, perwakilan aliansi masyarakat BiringEre diterima oleh Wakapolres Pangkep Kompol H. Saharauddin P, SH., bersama penyiidik.
Pada pertemuan antara pengunjukrasa dengan Wakapolres Pangkep, disepakati Kepala Desa BiringEre, MS akan ditangguhkan penahanannya,” namun ketika diminta kehadiran M Syawir untuk pemeriksaan/penyidikan lebih lanjut diharapkan bersedia hadir tanpa halangan apapun ,” ungkap wakapolres













