Tanah Datar,Shootlinenews— Sebanyak 201 mahasiswa Universitas Prima Nusantara Bukittinggi (UPN) Bukittinggi resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Penarikan mahasiswa ditandai dengan serah terima dari Pemerintah Daerah kepada pihak kampus di Aula Kantor Bupati, Pagaruyung, Kamis (26/2/2026).
Serah terima dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, kepada Wakil Rektor UPN Bukittinggi, Fauzi Azhra, didampingi jajaran pimpinan kampus. Kegiatan tersebut menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa yang berlangsung sejak 27 Januari hingga 25 Februari 2026 di Nagari Batu Taba dan Nagari Guguak Malalo.
Selama KKN, mahasiswa semester VII yang didampingi 10 dosen melaksanakan program pemulihan pascabencana melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sanitasi lingkungan. Program yang dijalankan antara lain edukasi dan motivasi bagi anak-anak terdampak bencana, pemeriksaan kesehatan, trauma healing, perbaikan sanitasi air bersih, serta kegiatan gotong royong bersama masyarakat.
Wakil Rektor UPN Bukittinggi menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa dan dosen kembali dalam keadaan sehat setelah menyelesaikan pengabdian. Ia menjelaskan, Tanah Datar dipilih sebagai lokasi KKN karena daerah tersebut dinilai berhasil melakukan mitigasi bencana sehingga mampu meminimalkan korban jiwa, meskipun infrastruktur dan masyarakat tetap membutuhkan dukungan pemulihan.
“Kami juga belajar dari pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana yang baik sehingga korban dapat diminimalkan,” ujarnya, seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Tanah Datar dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan selama pelaksanaan KKN.
Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat Batipuh Selatan bangkit dari dampak bencana. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi penyemangat dan membawa harapan baru bagi warga terdampak.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi guna mendukung pembangunan daerah melalui masukan akademis dan keterlibatan mahasiswa.
Ketua KKN, Febrian Rahmat Suwandi, melaporkan bahwa peserta KKN terdiri dari mahasiswa keperawatan, kebidanan, dan pascasarjana yang telah melaksanakan berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat setempat selama satu bulan masa pengabdian.
(**)













