Tanah Datar, Shootlinenews.com– Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum resmi memulai pembangunan Sabo Dam di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, ditandai dengan ground breaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, Selasa (3/3/2026) di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan.
Pembangunan ini merupakan tindak lanjut penanganan pascabencana banjir bandang dan galodo akibat erupsi Gunung Marapi pada 11 Mei 2024 yang merusak rumah warga, sekolah, jembatan, serta berbagai infrastruktur di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya.
Tahap awal pembangunan direncanakan berlangsung pada 2025–2027 dengan total 8 unit Sabo Dam dan 1 unit Series River Training Works di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam. Untuk Tanah Datar sendiri akan dibangun 5 unit Sabo Dam, yakni 3 unit di Batang Malana, 2 unit di Batang Anai, serta 1 unit Series River Training Works di Batang Pagu-pagu, Kecamatan X Koto. Sementara di Kabupaten Agam akan dibangun 3 unit di Batang Katik.
Proyek yang dikerjakan oleh Kontraktor Subuh Berkah KSO tersebut menelan anggaran Rp249,8 miliar dan ditargetkan selesai dalam 739 hari kerja. Secara keseluruhan, pemerintah merencanakan pembangunan 56 unit Sabo Dam di Sumatera Barat yang berhulu ke Gunung Marapi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sabo Dam bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam mengurangi risiko bencana banjir dan sedimen di daerah terdampak. Ia menyebut, tahap awal pembangunan diperkirakan mampu menampung hingga 440 meter kubik sedimen.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI dan jajaran pemerintah pusat atas realisasi pembangunan tersebut. Ia berharap dukungan seluruh OPD, camat, wali nagari, serta masyarakat agar proyek berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, menyatakan pembangunan infrastruktur pascabencana 2024–2025 kini mulai terealisasi berkat perhatian pemerintah pusat. Senada, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi kegigihan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperjuangkan bantuan pusat, termasuk pembangunan Sabo Dam dan perbaikan ruas jalan.
Pemerintah berharap pembangunan Sabo Dam ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali lahar dan sedimen, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
(**)













