Kepala Dinas Pertanian Pimpin Forum Perangkat Daerah, Bahas Program Pertanian Berkelanjutan Tanah Datar 2027

  • Bagikan

Tanah Datar,Shootlinenews.com – 10 Maret 2026 – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Sri Mulyani, SP, M.Si, memimpin langsung kegiatan Forum Perangkat Daerah Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar 2026 yang digelar di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD), Selasa (10/3). Forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah program pembangunan pertanian berkelanjutan sekaligus menyusun prioritas kegiatan sektor pertanian tahun 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 peserta dari 13 kelompok pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petugas teknis, organisasi petani, hingga perwakilan petani milenial. Kehadiran berbagai pihak ini bertujuan memperkuat sinergi dalam merancang program yang lebih tepat sasaran bagi perkembangan pertanian di Kabupaten Tanah Datar.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa forum perangkat daerah menjadi momentum penting untuk menghimpun berbagai masukan dalam menyusun perencanaan pembangunan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.

“Forum ini diharapkan mampu menghasilkan program yang responsif terhadap kebutuhan petani sekaligus mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar,” ujarnya.

Forum tersebut membahas empat agenda utama, yakni evaluasi program pertanian tahun sebelumnya, identifikasi potensi dan permasalahan sektor pertanian, penentuan prioritas program tahun 2027, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Pada sesi evaluasi program, peserta mencatat adanya peningkatan produktivitas tanaman pangan seperti padi dan jagung sebesar 8 hingga 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, penggunaan teknologi irigasi hemat air telah diterapkan oleh sekitar 30 persen petani di wilayah dengan keterbatasan sumber air.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi petani, di antaranya keterbatasan akses permodalan, belum meratanya penyebaran teknologi pertanian di daerah terpencil, serta fluktuasi harga hasil panen yang mempengaruhi stabilitas pendapatan petani.

Melalui forum ini, sejumlah program prioritas tahun 2027 mulai dirumuskan, di antaranya peningkatan produksi melalui varietas unggul tahan hama, pengembangan agribisnis berbasis nilai tambah produk, diversifikasi komoditas yang tahan perubahan iklim, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, serta peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran hasil pertanian.

Selain itu, forum juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, sektor swasta, serta organisasi masyarakat dalam mendorong inovasi dan pengembangan agribisnis di daerah.

Hasil dari forum perangkat daerah ini selanjutnya akan menjadi bahan utama dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar Tahun 2027, yang kemudian diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Dengan adanya forum ini, pemerintah daerah berharap pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar dapat berjalan lebih terarah, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta mendorong kesejahteraan para petani di masa mendatang.

(***)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *