KORAMIL 01 PBU | Nilai budaya Minangkabau yang dikenal dengan istilah Tigo Tungku Sajarangan kembali terlihat dalam kehidupan bermasyarakat melalui kebersamaan dan sinergitas yang ditunjukkan Babinsa Ulak Karang Utara, Serka Jamarin, bersama Bhabinkamtibmas dan Lurah setempat dalam menjalankan tugas pembinaan wilayah, Jumat, 5 Juni 2026.
Kehadiran tiga unsur yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman dan kehidupan sosial masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kebersamaan merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh kekeluargaan.
Serka Jamarin menjelaskan bahwa semangat Tigo Tungku Sajarangan tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun komunikasi serta kerja sama antara aparat kewilayahan dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam berbagai kegiatan di tengah warga, baik komunikasi sosial, pemantauan wilayah, pembinaan generasi muda maupun penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan, sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Lurah selalu menjadi fondasi utama dalam mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat.
Kebersamaan tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa negara hadir melalui aparat terdepan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi, memahami kebutuhan warga, serta memberikan pelayanan yang maksimal.
Menurut Serka Jamarin, hubungan harmonis yang terjalin selama ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah sehingga berbagai potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial dapat dicegah sejak dini melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Selain menjalankan tugas pokok masing-masing, ketiga unsur tersebut juga aktif mendorong kegiatan positif di lingkungan masyarakat, mulai dari gotong royong, pembinaan pemuda, kegiatan keagamaan hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Warga setempat pun menyambut baik kekompakan yang ditunjukkan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Lurah karena kehadiran mereka memberikan rasa aman sekaligus menjadi tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, hubungan antara aparat dengan masyarakat semakin erat sehingga tercipta suasana yang kondusif dan harmonis di lingkungan tempat tinggal warga.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau masih relevan dan mampu menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik di tengah perkembangan zaman.
Plh Danramil 01/PBU Kapten Arm Junardy mengapresiasi sinergitas yang terus dibangun oleh para Babinsa bersama seluruh unsur pemerintahan dan kepolisian di wilayah binaan masing-masing.
“TNI akan selalu hadir bersama rakyat. Sinergitas antara Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pemerintah kelurahan merupakan kekuatan besar dalam menjaga keamanan, ketertiban serta membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat. Inilah implementasi nyata pengabdian untuk rakyat,” ujar Kapten Arm Junardy.
Kekompakan yang diperlihatkan Serka Jamarin bersama unsur terkait di wilayah binaannya menjadi contoh positif bagaimana kolaborasi dan komunikasi yang baik mampu memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat di lapangan.
Dengan mengedepankan nilai Tigo Tungku Sajarangan, berbagai program pembangunan maupun pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif karena didukung oleh kerja sama yang solid dan saling melengkapi.
Ke depan, semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai persatuan dan gotong royong.
Wyndoee













