MENTAWAI | Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dalam menjaga kemantapan jalan nasional kembali diwujudkan melalui pekerjaan preservasi pada ruas strategis Tuapejat–Rokot–Sioban–Katiet di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan yang dilaksanakan melalui PPK 1.6 tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas wilayah kepulauan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang.
Di balik pelaksanaan pekerjaan tersebut, peran PPK 1.6 Provinsi Sumatera Barat, Romi Pasla, ST., MT, menjadi salah satu motor penggerak dalam memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, standar teknis, dan target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Andi Mulya Rusli, ST., MT, yang terus mendorong peningkatan kualitas layanan infrastruktur jalan nasional di berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Ruas Tuapejat–Rokot–Sioban–Katiet merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan berbagai kawasan permukiman, pusat pemerintahan, sentra ekonomi, serta akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kepulauan Mentawai.
Karakteristik wilayah yang memiliki curah hujan cukup tinggi membuat sistem drainase jalan menjadi faktor utama dalam menjaga umur layanan konstruksi jalan. Karena itu, pekerjaan preservasi yang sedang berlangsung lebih difokuskan pada peningkatan fungsi drainase dan pengendalian aliran air permukaan.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan meliputi galian saluran dan drainase yang bertujuan memperlancar aliran air sehingga tidak menggenangi badan jalan. Langkah ini dinilai sangat penting untuk mencegah kerusakan dini yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, dilakukan pula pemasangan batu mortar pada sejumlah titik untuk memperkuat struktur saluran sekaligus mengurangi risiko erosi pada area yang rentan terhadap gerusan air saat musim hujan.
Keberadaan drainase yang berfungsi optimal menjadi salah satu kunci keberhasilan pemeliharaan jalan. Air yang mengalir dengan baik akan menjaga stabilitas konstruksi, mengurangi kerusakan lapisan perkerasan, dan memperpanjang usia pelayanan jalan nasional.
Di lapangan, alat berat dan personel teknis terlihat bekerja secara terukur. Setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, mutu hasil pekerjaan, serta dampak terhadap kelancaran lalu lintas masyarakat setempat.
Pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Tim teknis terus melakukan evaluasi terhadap progres pekerjaan sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurut Romi Pasla, preservasi jalan bukan sekadar kegiatan pemeliharaan rutin, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga konektivitas dan mendukung pertumbuhan wilayah.
Melalui pekerjaan yang terencana dan berkesinambungan, ruas jalan nasional di Mentawai diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat serta mendukung distribusi barang dan jasa antarwilayah.
Kepala Satker PJN Wilayah I Sumatera Barat, Andi Mulya Rusli, ST., MT, menegaskan bahwa BPJN Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat.
Menurutnya, pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan akses dan mobilitas.
Bagi masyarakat Kepulauan Mentawai, keberadaan jalan yang mantap memiliki arti yang sangat besar. Jalan yang baik akan mempercepat perjalanan, menurunkan biaya transportasi, serta meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sektor perdagangan, akses jalan yang terpelihara dengan baik membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok maupun hasil produksi masyarakat menuju pasar-pasar lokal.
Sementara pada sektor pelayanan publik, konektivitas yang baik memungkinkan masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan pemerintahan dengan lebih mudah dan aman.
Program preservasi jalan yang dilaksanakan BPJN Sumatera Barat juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah kepulauan dan daerah terluar.
Dengan kondisi jalan yang terus terjaga, peluang investasi dan pengembangan potensi daerah juga akan semakin terbuka, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara BPJN Sumatera Barat, Satker PJN Wilayah I, PPK 1.6, tenaga teknis, dan masyarakat, pekerjaan preservasi ruas Tuapejat–Rokot–Sioban–Katiet diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan konektivitas yang semakin baik bagi Kepulauan Mentawai, sejalan dengan semangat pembangunan infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat.
(Wyndoee)













