PESISIR SELATAN | Upaya menjaga kondisi jalan nasional agar tetap aman dan nyaman terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II yang dipimpin Masudi, S.T., M.T., pekerjaan preservasi pada ruas Kambang–Indrapura–Batas Bengkulu terus dikerjakan secara bertahap dengan pengawasan teknis yang ketat.
Di lapangan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., menjadi salah satu pengendali utama dalam memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Mulai dari pemeriksaan material, pengendalian mutu pekerjaan, hingga pemantauan progres fisik terus dilakukan agar hasil pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ruas Kambang–Indrapura–Batas Bengkulu memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarwilayah di bagian selatan Sumatera Barat. Jalur ini tidak hanya menjadi akses mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi lintasan penting bagi kendaraan logistik, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga perjalanan antardaerah menuju Provinsi Bengkulu.
Gina Lamria menjelaskan, pekerjaan preservasi jalan dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki bagian jalan yang mengalami penurunan kondisi, tetapi juga sebagai langkah pemeliharaan agar struktur jalan tetap mampu melayani aktivitas masyarakat dalam waktu yang lebih panjang.
“Pekerjaan ini kami arahkan agar kondisi jalan tetap terjaga, baik dari sisi keamanan, kenyamanan maupun daya tahan konstruksi. Setiap tahapan harus sesuai spesifikasi teknis karena kualitas pekerjaan menjadi faktor utama agar jalan dapat digunakan masyarakat secara optimal,” ujar Gina.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, Satker PJN Wilayah II bersama PPK 2.4 melakukan pengawasan terhadap berbagai aspek teknis, termasuk proses penghamparan aspal, penggunaan material, kepadatan perkerasan, hingga penanganan bagian pendukung jalan lainnya.
Perbaikan lapisan permukaan jalan menggunakan material aspal berkualitas dengan memperhatikan standar pekerjaan jalan nasional. Tim teknis memastikan proses pelaksanaan dilakukan secara tepat agar menghasilkan permukaan jalan yang lebih rata, kuat, dan mampu menghadapi beban kendaraan yang terus meningkat.
Selain perbaikan badan jalan, perhatian juga diberikan terhadap sistem drainase dan bagian pendukung lainnya. Pembersihan saluran air, penataan bahu jalan, serta penguatan beberapa titik yang membutuhkan penanganan menjadi bagian dari pekerjaan untuk menjaga kondisi jalan tetap stabil.
Kasatker PJN Wilayah II Masudi, S.T., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan pekerjaan sangat bergantung pada koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Pengawasan lapangan dilakukan secara berkelanjutan agar pelaksanaan tetap berjalan sesuai target waktu dan mutu yang telah ditetapkan.
Menurut Masudi, jalan nasional memiliki fungsi strategis dalam mendukung kegiatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemeliharaan jalan harus dilakukan secara konsisten agar pelayanan infrastruktur tetap terjaga.
“Kami terus mendorong seluruh jajaran dan pihak pelaksana agar bekerja maksimal di lapangan. Yang menjadi perhatian utama adalah kualitas pekerjaan, keselamatan pengguna jalan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Masudi.
Kegiatan preservasi yang berlangsung di ruas tersebut mulai memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Aktivitas pekerjaan turut membuka peluang ekonomi bagi warga yang berada di sekitar lokasi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang melayani kebutuhan pekerja di lapangan.
Warni (37), salah seorang pemilik warung di sekitar lokasi pekerjaan, mengaku aktivitas jual beli meningkat sejak pekerjaan berlangsung. Menurutnya, keberadaan pekerja proyek memberikan tambahan perputaran ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Sejak ada pekerjaan ini, pembeli bertambah. Banyak pekerja yang singgah membeli makanan dan minuman. Kami tentu bersyukur karena kegiatan ini ikut membantu usaha kecil warga,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Roni (41), pengemudi travel rute Sumatera Barat–Bengkulu, menyebut kondisi jalan yang semakin baik membantu perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.
“Kalau jalan bagus, perjalanan lebih lancar dan risiko kendaraan mengalami gangguan juga berkurang. Kami sebagai pengguna jalan sangat terbantu dengan adanya perbaikan ini,” ungkapnya.
Bagi BPJN Sumatera Barat melalui Satker PJN Wilayah II, pekerjaan preservasi bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik, tetapi memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan koordinasi yang terus dilakukan oleh Kasatker PJN Wilayah II Masudi bersama PPK 2.4 Gina Lamria Indriati Tampubolon, pekerjaan ruas Kambang–Indrapura–Batas Bengkulu terus diarahkan agar menghasilkan infrastruktur jalan yang lebih kuat, aman, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
(TIM)













