Tanah Datar, Shootlinenews– Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan II Tahun 2026 di Aula Eksekutif Kantor Bupati, Selasa (14/7/2026). Rakor tersebut bertujuan mengevaluasi capaian PAD sekaligus menyusun langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan daerah hingga akhir tahun.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi menegaskan bahwa PAD merupakan pilar utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Karena itu, pencapaian target PAD sebesar Rp77 miliar pada 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), tetapi juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola pajak dan retribusi sesuai potensi masing-masing.
“Dari hasil evaluasi, capaian PAD menunjukkan perkembangan yang positif. Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri karena masih banyak potensi pendapatan yang harus dioptimalkan melalui peningkatan pelayanan, pemanfaatan teknologi, dan sinergi antar-OPD,” ujar Ahmad Fadly.
Kepala Bappenda Tanah Datar Jasrinaldi, SH, S.Sos menjelaskan, hingga akhir semester pertama 2026 realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp43 miliar atau 50,8 persen dari target tahunan. Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pada triwulan pertama realisasi baru sekitar 35 persen akibat dampak banjir, relokasi, dan sejumlah kendala teknis.
Ia juga menyebutkan, penerimaan yang bersumber dari dividen menunjukkan perkembangan positif. Dari target sekitar Rp31 miliar, sementara ini telah terealisasi sekitar Rp23 miliar atau 79 persen, meski masih menunggu proses pencatatan dan masuknya dana ke Rekening Kas Umum Daerah.
Menurut Jasrinaldi, pemerintah daerah akan memfokuskan upaya peningkatan PAD melalui optimalisasi kinerja perangkat daerah, mendorong investasi, serta memperluas sumber-sumber pendapatan. Sementara itu, pada perubahan anggaran nanti akan dilakukan penyesuaian terhadap beberapa komponen pendapatan, terutama dividen, yang diperkirakan terealisasi sekitar Rp26 miliar dari target awal Rp30 miliar.
Dalam arahannya, Wakil Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dan bekerja lebih efektif agar target PAD 2026 dapat tercapai, bahkan melampaui target. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi melalui pembayaran pajak dan retribusi daerah.
“Pajak dan retribusi yang dibayarkan hari ini merupakan investasi untuk pembangunan Tanah Datar yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.
(**)











