SHOOTLINENEWS, SOLOK — Dinas Sosial Kabupaten Solok bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok menyalurkan paket sembako kepada masyarakat miskin yang belum menerima bantuan sosial (bansos).
Penyaluran dilakukan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, bersama Dinas Sosial di Kecamatan Tigo Lurah, Sabtu (12/9/2026). Penerima bantuan merupakan masyarakat miskin non-bansos yang masuk kelompok Desil 1.
Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Mereka menjadi sasaran intervensi karena, meski masuk kelompok masyarakat miskin, belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
Dinas Sosial Kabupaten Solok menyebut penyaluran bantuan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah daerah menjangkau masyarakat miskin yang belum memperoleh bansos.
Kondisi itu sekaligus menjadi perhatian dalam pemutakhiran data penerima bantuan. Data yang diperbarui diperlukan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat tercatat sesuai keadaan di lapangan.
Keterlibatan TP-PKK dalam penyaluran bantuan menjadi bagian dari peran organisasi tersebut dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan keluarga. Melalui jaringan kader di tingkat kecamatan hingga nagari, TP-PKK memiliki akses langsung terhadap kondisi keluarga di masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, turun langsung dalam penyerahan bantuan kepada warga di Kecamatan Tigo Lurah. Paket sembako diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat miskin non-penerima bansos.
Program tersebut juga berkaitan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Solok dalam memperkuat penanganan kemiskinan melalui koordinasi antara perangkat daerah dan organisasi kemasyarakatan.
Langkah tersebut memiliki relevansi dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan nasional tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui program perlindungan sosial yang menyasar kelompok masyarakat rentan.
Dalam konteks Kabupaten Solok, persoalan ketepatan sasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan kemiskinan. Adanya warga Desil 1 yang belum menerima bansos menunjukkan perlunya pemutakhiran data secara berkala.
Dinas Sosial Kabupaten Solok sebelumnya juga melakukan berbagai langkah terkait pendataan masyarakat miskin dan penerima bantuan sosial. Pemutakhiran tersebut menjadi dasar untuk menentukan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah.
Penyaluran sembako kepada warga miskin non-bansos di Tigo Lurah menjadi salah satu bentuk intervensi langsung pemerintah daerah terhadap kelompok yang belum memperoleh bantuan sosial reguler.
Di sisi lain, peran TP-PKK tidak berhenti pada kegiatan penyaluran bantuan. Organisasi tersebut memiliki program yang berkaitan dengan pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi TP-PKK dengan Dinas Sosial membuka ruang untuk menghubungkan kegiatan sosial dengan pemberdayaan keluarga, khususnya bagi rumah tangga yang berada dalam kelompok ekonomi paling rentan.
Bagi pemerintah daerah, pemutakhiran data menjadi instrumen penting untuk menentukan bentuk intervensi berikutnya, baik melalui bantuan sosial maupun program pemberdayaan.
Penyaluran bantuan di Kecamatan Tigo Lurah sekaligus memperlihatkan adanya kelompok masyarakat miskin yang belum masuk dalam skema penerima bansos. Kondisi tersebut menjadi salah satu objek yang perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi dan pembaruan data.
Sinergi Dinas Sosial dan TP-PKK Kabupaten Solok dengan demikian tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat pendataan dan identifikasi keluarga miskin sebagai dasar penanganan kemiskinan di tingkat daerah. STK












