SHOOTLINENEWS,AROSUKA, SOLOK — Memasuki hari ke-14 masa tanggap darurat bencana galodo Arosuka, Kabupaten Solok, Satuan Tugas (Satgas) bencana Kodaeral II Padang masih aktif mendukung penanganan di lapangan. Personel dikerahkan untuk membersihkan fasilitas pemerintahan sekaligus mengevakuasi material kayu yang terbawa arus bencana.
Kodaeral II Padang telah terlibat dalam Satgas penanganan bencana Arosuka sejak hari kedua masa tanggap darurat. Keterlibatan tersebut terus berlanjut setelah status tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari.
Dansatgas Gulbencal Arosuka, Letkol Mar Afrison, memastikan personel Kodaeral II Padang akan tetap mendukung operasi hingga masa tanggap darurat berakhir.
“Kami tetap berpartisipasi sampai tanggap darurat berakhir,” ujar Letkol Mar Afrison.
Menurut Afrison, keterlibatan Kodaeral II Padang tidak hanya terbatas pada masa tanggap darurat. Institusinya juga menyatakan kesiapan untuk membantu penanganan bencana pada tahap pemulihan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kodaeral II selalu siap berpartisipasi dalam penanganan bencana, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan,” kata LETKOL MAR Afrison.
Pada hari ke-14, kegiatan Satgas diawali dengan apel gabungan pada pukul 07.30 WIB di halaman Kantor Bupati Solok. Sekitar pukul 07.50 WIB, personel bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Solok untuk melanjutkan penanganan material sisa galodo.
Mulai pukul 08.00 WIB, personel Kodaeral II Padang bersinergi dengan Yon TP 951 PM melakukan pembersihan sejumlah ruangan Kantor DPRD Kabupaten Solok.
Pada saat bersamaan, tim khusus operasional chainsaw dikerahkan untuk memotong batang pohon berukuran besar yang masih berada di sekitar kawasan kantor.
Kegiatan pembersihan berlangsung hingga menjelang siang. Tim khusus chainsaw kembali ke posko sekitar pukul 11.30 WIB, sementara Tim 1 menyelesaikan pekerjaan pembersihan di Kantor DPRD pada waktu yang sama.
Setelah istirahat, kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.30 WIB. Tim khusus chainsaw kembali melakukan pemotongan material kayu di sekitar Kantor DPRD, sedangkan Tim 1 melanjutkan pembersihan bangunan hingga sekitar pukul 16.00 WIB sebelum kembali ke posko.
Di lokasi terdampak, personel masih menemukan material berupa batang pohon berukuran besar, bongkahan batu, tanah dan lumpur yang terbawa arus galodo. Pembersihan juga didukung penggunaan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material.
Dalam operasi lanjutan, Tim 1 dijadwalkan kembali melakukan pembersihan sejumlah bangunan instansi pemerintah Kabupaten Solok yang terdampak bencana. Sementara Tim 2 yang menangani operasional chainsaw akan melanjutkan pemotongan dan evakuasi kayu sisa material galodo.
Perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari memberikan tambahan waktu bagi seluruh unsur Satgas untuk mempercepat pembersihan kawasan, membuka kembali fasilitas pelayanan publik, serta mendukung proses pemulihan wilayah terdampak.
Kodaeral II Padang menegaskan dukungannya akan terus diberikan sesuai kebutuhan operasi. Keterlibatan sejak hari kedua hingga berakhirnya masa tanggap darurat menjadi bagian dari upaya bersama TNI, pemerintah daerah dan unsur terkait dalam mempercepat penanganan dampak galodo Arosuka. STK












