SMPN 6 PADANG | Ancaman penyalahgunaan narkotika terhadap generasi muda bukan lagi persoalan yang bisa dipandang sebelah mata. Di tengah derasnya pengaruh lingkungan dan pergaulan, pelajar membutuhkan lebih dari sekadar nasihat. Mereka perlu mendapatkan pengetahuan, pendampingan, keberanian untuk menolak, serta perlindungan nyata dari seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang menjadi bagian dari Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA BERSINAR) Goes To School yang digerakkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Kamis, 5 November 2026, bertempat di Hotel Axana Padang.
Dari sekian banyak SMP di Kota Padang, SMP Negeri 6 Padang menjadi salah satu dari 15 sekolah yang secara resmi menerima undangan untuk mengikuti kegiatan tersebut.Keterlibatan SMPN 6 Padang menjadi perhatian tersendiri. Sekolah ini tidak hanya mengirimkan perwakilan untuk memenuhi undangan, tetapi juga menyiapkan pendampingan guru agar para siswa mendapatkan pengawasan selama mengikuti kegiatan. Kepala SMPN 6 Padang, Noverilan, M.Pd., menyampaikan bahwa jumlah peserta didik yang diikutsertakan mencapai 23 orang, didampingi dua guru, yakni Linda Nofera, S.Pd., dan Firda, S.Pd.
Dalam keterangannya kepada awak media ini melalui WhatsApp, Noverilan menjelaskan bahwa jumlah siswa tersebut bertambah lima orang setelah adanya permintaan tambahan dari pihak BNNP Sumbar. Semula, jumlah peserta yang diminta sebanyak 18 siswa, kemudian ditambah lima orang sehingga total menjadi 23 siswa. Penambahan tersebut memperlihatkan keterlibatan SMPN 6 Padang dalam kegiatan edukasi pencegahan narkotika yang menyasar kalangan pelajar.
“Jumlah siswa kita yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 23 orang. Ada penambahan lima orang dari jumlah yang diminta sebelumnya,” ujar Noverilan saat dikonfirmasi awak media ini melalui WhatsApp, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, dua guru yang ditugaskan mendampingi para siswa adalah Linda Nofera, S.Pd., dan Firda, S.Pd. Keduanya menjadi bagian penting dalam memastikan peserta didik mengikuti kegiatan dengan tertib, memperoleh arahan, serta memahami pesan-pesan edukasi yang disampaikan. Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap keselamatan dan kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan di Hotel Axana Padang.
Noverilan menegaskan bahwa pencegahan narkotika tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi atau sekadar memenuhi undangan. Menurutnya, pemahaman yang diberikan kepada pelajar harus benar-benar membekas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan. Anak-anak harus memiliki kemampuan mengenali risiko, memahami dampak narkotika, serta berani menolak setiap ajakan yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan, pemahaman, serta edukasi yang baik mengenai bahaya narkotika. Bagi kami, melindungi peserta didik bukan hanya tanggung jawab sekolah dalam proses belajar mengajar, tetapi juga menjaga mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan,” ungkap Noverilan kepada awak media ini.
Ia juga menekankan bahwa narkotika dapat menghancurkan bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga pendidikan, cita-cita, hubungan keluarga, dan masa depan. Karena itu, sekolah harus mengambil peran aktif dalam membangun ketahanan diri peserta didik. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan positif kepada teman sebaya agar semakin banyak pelajar memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkotika.
“Kami tidak ingin pencegahan narkotika hanya menjadi slogan atau kegiatan seremonial. Anak-anak harus benar-benar memahami bahwa narkotika dapat menghancurkan pendidikan, cita-cita, bahkan masa depan mereka. Sekolah harus hadir memberikan pembinaan dan perlindungan sejak dini. Kami berharap para siswa mampu menjadi pelopor bagi teman-temannya untuk berani mengatakan tidak terhadap narkotika. Jangan sampai kita terlambat bertindak ketika generasi penerus sudah menjadi korban,” tegasnya.
Berdasarkan surat undangan resmi BNNP Sumbar tertanggal 28 Oktober 2026, SMPN 6 Padang tercantum bersama 14 sekolah lainnya, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 7, SMPN 11, SMPN 17, SMPN 20, SMPN 24, SMPN 25, SMPN 33, SMPN 39, SMPN 40, dan SMPN 47 Padang. Setiap sekolah diminta menghadirkan 20 perwakilan yang terdiri atas dua guru pendamping serta 18 siswa dan siswi. Namun, berdasarkan keterangan Noverilan, jumlah perwakilan SMPN 6 Padang menjadi 23 siswa setelah adanya permintaan tambahan lima peserta. Jika seluruh 15 sekolah memenuhi kuota awal, jumlah peserta yang direncanakan mencapai 300 orang.
Program ANANDA BERSINAR yang digerakkan BNNP Sumbar di bawah kepemimpinan Kepala BNNP Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan pelajar. Gerakan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengatur upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Perlindungan generasi muda membutuhkan kerja bersama antara lembaga pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Bagi SMPN 6 Padang, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter. Linda Nofera, S.Pd., dan Firda, S.Pd., tidak hanya menjalankan tugas pendampingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh narkotika. Sebab, anak-anak yang mendapatkan perhatian, pengawasan, dan komunikasi yang baik akan memiliki ruang lebih besar untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa rasa takut.
Lebih jauh, perang melawan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perlindungan, guru menjadi sosok yang membimbing, sementara lingkungan masyarakat harus ikut menciptakan pergaulan yang sehat. Pelajar juga perlu memahami bahwa keberanian menolak narkotika bukanlah tanda kelemahan, melainkan keputusan penting untuk menjaga kehormatan diri, keluarga, dan masa depan.
Masuknya SMPN 6 Padang dalam daftar 15 sekolah undangan BNNP Sumbar, dengan keterlibatan 23 siswa dan pendampingan Linda Nofera, S.Pd., serta Firda, S.Pd., menjadi bagian dari gerakan bersama menyelamatkan generasi muda. Melalui dukungan Kepala Sekolah Noverilan, M.Pd., pesan yang ingin dibangun bukan sekadar menjauhi narkotika, tetapi menanamkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki masa depan yang harus dijaga. Jangan biarkan narkotika merampas cita-cita generasi penerus bangsa. Sekolah harus menjadi benteng, guru menjadi pendamping, keluarga menjadi pelindung, dan masyarakat menjadi bagian dari perjuangan menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia.
Katim RMO Group | Wyndoee











