SOLOK – SHOOTLINENEWS – Bupati Solok Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., resmi melantik wali nagari terpilih hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok Tahun 2026. Pelantikan berlangsung di Hall GOR Tuanku Tabiang, Batu Batupang, Koto Baru, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Ketua GOW Kabupaten Solok Ny. Lian Octavia Candra, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, para camat, serta undangan lainnya.
Pelantikan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian proses demokrasi Pilwana Serentak 2026 sekaligus menjadi awal pengabdian para wali nagari terpilih dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian Pilwana sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari persiapan penyelenggaraan, pencalonan, penetapan calon, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, penetapan hasil hingga pelantikan.
Dalam sambutan pelantikan, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa jabatan wali nagari merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah sampai pada tahapan akhir pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari Serentak Kabupaten Solok Tahun 2026. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wali nagari yang hari ini resmi dilantik.
Amanah yang diberikan masyarakat ini bukan sekadar jabatan, tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk membawa kemajuan bagi nagari masing-masing.
Saya berharap seluruh wali nagari dapat menjalankan pemerintahan dengan baik, menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun komunikasi dan kebersamaan dengan seluruh unsur masyarakat.
Setelah pemilihan selesai, tidak ada lagi kelompok yang menang dan kelompok yang kalah. Tidak ada lagi perbedaan pilihan. Seluruh masyarakat adalah bagian yang harus dilayani dan diperhatikan.
Wali nagari harus menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi mereka yang dahulu memberikan dukungan dalam proses pemilihan.
Mari kita bersama-sama membangun nagari, memperkuat persatuan, dan menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Solok.”ujar Bupati .
Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., saat diwawancarai wartawan menyampaikan pesan khusus kepada para wali nagari yang baru dilantik agar mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik ketika Pilwana berlangsung.
Menurutnya, filosofi Minangkabau Biduak Lalu, Kiambang Batawik memiliki makna penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat setelah berakhirnya kontestasi pemilihan.
“Filosofi biduak lalu, kiambang batawik ini harus menjadi pegangan kita bersama. Pemilihan sudah selesai, proses demokrasi sudah berjalan, dan sekarang saatnya seluruh masyarakat kembali bersatu.
Wali nagari yang telah dilantik hari ini adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat nagari, bukan hanya bagi kelompok yang memilih atau mendukungnya ketika Pilwana.
Jangan sampai perbedaan pilihan pada saat pemilihan terbawa ke dalam penyelenggaraan pemerintahan. Rangkul semua pihak, bangun komunikasi, dan ciptakan kebersamaan.
Sekarang yang paling penting adalah bagaimana wali nagari menjalankan amanah, memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan, serta menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kita berharap seluruh wali nagari dapat menjadi pengayom masyarakat dan mampu menjaga persatuan di nagari masing-masing.”
Pelantikan wali nagari terpilih bukan sekadar berakhirnya proses pemilihan, melainkan dimulainya tanggung jawab baru dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat nagari.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap para wali nagari mampu memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten, mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga keharmonisan sosial.
Keberhasilan demokrasi nagari pada akhirnya tidak hanya diukur dari terlaksananya pemilihan, tetapi juga dari kemampuan pemimpin terpilih menyatukan masyarakat dan menghadirkan pemerintahan yang adil.
Biduak lalu, kiambang batawik. Saatnya seluruh masyarakat kembali bersatu membangun nagari.STK











