Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — BPH Migas bersama Kementerian ESDM melaksanakan Bakti Sosial Kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan dan trauma healing di Hunian Sementara (Huntara) Simpang IV Opak, Sabtu (14/02/2026).
Dalam kegiatan tersebut turut didampingi oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I. Ismail menyebutkan apresiasinya atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BPH Migas yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kami,” ujar Wabup.
Ia menegaskan, kehadiran BPH Migas bersama Kementerian ESDM menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kita semua tentu tidak menginginkan kondisi ini berlangsung lama. Namun kita harus tetap optimis dan yakin bahwa keadaan akan segera pulih. Mari bersama-sama berdoa agar Aceh Tamiang dapat bangkit dan kembali seperti sediakala,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, melaporkan bahwa kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di huntara dengan jumlah sekitar 600 kamar, serta warga dari kampung-kampung sekitar Simpang IV Opak.
Dalam kegiatan tersebut, tim medis memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta layanan trauma healing bagi warga terdampak.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan di antaranya tekanan darah tinggi, radang tenggorokan dan alergi,” jelas Wahyudi.
Selain layanan kesehatan, BPH Migas juga memberikan bantuan berupa beras dan makanan ringan kepada warga lanjut usia yang berobat, serta suvenir bagi masyarakat yang mengikuti pemeriksaan.
Wahyudi menambahkan, kegiatan bakti sosial akan dilanjutkan pada Minggu, (15/02/2026) di Desa Seuneubok Cantek, Kecamatan Manyak Payed, dengan target 1.000 penerima manfaat. Selanjutnya, pada Senin (16/02/2026), kegiatan serupa akan digelar di Desa Tanjung Mancang dengan target 1.000 orang.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan lembaga negara terhadap masyarakat terdampak yang saat ini masih tinggal di huntara. Turut hadir dalam kegiatan itu Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Komite BPH Migas, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, unsur Forkopimda, camat, datok penghulu, serta relawan dan tim medis.













