BERITA  

Disdik dan B2PMP Laksanakan Advokasi dan Sosialisasi Program Transisi PAUD SD

Pasaman Barat, Shootlinenews.com

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) selalu berupaya
meningkatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan
adalah dengan menghadirkan Program Transisi PAUD SD yang menyenangkan bagi peserta
didik baru SD.
Pemerintah Daerah Pasaman Barat (Pasbar) melalui Dinas Pendidikan juga berupaya
menyukseskan ‘Program Transisi PAUD SD yang Menyenangkan’ agar personel Disdik, PAUD
dan SD memiliki keseragaman pengetahuan dan persepsi tentang program tersebut.
Dinas Pendidikan Pasbar bekerjasama dengan Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan
(B2PMP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan advokasi dan sosialisasi terhadap
perwakilan pengawas, guru PAUD dan SD, yang dilaksanakan di ruang UKS Disdik Pasaman
Barat, pada Senin (19/6).
Dalam sambutannya Kadis Pendidikan Pasbar Agusli menekankan personel Disdik dan
stakeholder terkait untuk mensosialisasikan dan menyukseskan Program Transisi PAUD SD
yang menyenangkan di Pasbar, sehingga semua anak usia 6 tahun ke atas tertarik bersekolah
di Sekolah Dasar.
“Setelah melalui pendidikan pada tingkat PAUD atau anak berusia enam tahun ke atas,
hendaknya mereka melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya (jenjang pendidikan Sekolah
Dasar). Mereka siswa baru SD tentu menemukan lingkungan baru yang mungkin bagi sebagian
siswa merasa asing. Perasaan asing yang tidak menyenangkan itu harus dikikis atau
dihilangkan dengan cara menyuguhkan mereka suasana yang menyenangkan,” kata Agusli.
Dihadapan Kabid PAUD Kasiman, Kabid SD Yarpan, Kasi Kurikulum SD Afriadi, Kasi Paud
Rizana, perwakilan pengawas sekolah, perwakilan guru SD dan PAUD Kadis Disdik Agusli
menyampaikan beberapa hal tentang program transisi. Hal tersebut diantaranya bahwa SD
tidak boleh melaksanakan tes Baca Tulis dan Hitung (Calistung) sebagai syarat siswa baru
masuk SD. Seluruh anak yang berusia 6 tahun ke atas harus bersekolah di SD tanpa tes, para
guru kelas 1 SD harus ramah dan tidak pemarah, menyayangi anak-anak dan mengakomodir
sebagian program belajar sambil bermain yang ada di PAUD, membimbing anak untuk dapat
bersosialisi dengab teman dan lingkungan barunya.
Sementara itu narasumber dari B2PMP Provinsi Sumbar Eri Satria dalam kesempatan itu
menganjurkan dan mempersilahkan para guru menyajikan materi Baca Tulis dan Hitung
(Calistung), hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an dan do’a-do’a atau materi pembiasaan sikap
baik lainnya di PAUD.
“Sajikanlah materi dengan suasana bermain sambil belajar yang tentu akan menyenangkan
bagi anak-anak SD kelas rendah,” ujarnya.

(ARI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *