Kejari Pasbar geledah-sita barang bukti dugaan Tipikor PDAM, ini barang buktinya…!

  • Bagikan

Pasaman Barat, Shootlinenews.com.

Tim Penyidik Pidana Kusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan penggeledahan di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Gumilang di Padang Tujuh terkait dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dalam pengelolaan dan penggunaan dana pemasangan sambungan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah senilai Rp3 miliar pada tahun 2016-2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Muhammad Yusuf Putra didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Andita R dan Kasi Intel Hendri S di Simpang Empat, Rabu, mengatakan tim penyidik melakukan rangkaian kegiatan penyidikan berupa penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang aset dan dokumen

Kedatangan Tim Kejaksaan dengan pengawalan empat personil Polres Pasbar disambut langsung oleh Direktur PDAM Pasaman Barat Sahrizal Rabu sore sekitar pukul 14:20 WIB hingga pukul 16:30 WIB dan menyita satu unit kendaraan mobil doble gardan merek Ford dan peralatan musik berupa Band, Orgen, Gitar, Speaker. Setelah diberikan berita acara penyitaan, barang bukti tersebut dibawa ke kantor Kejaksaan Pasaman Barat.

Direktur PDAM Tirta Gumilang Sahrizal saat ditemui usai pengeledahan tersebut membenarkan penggeledahan dan penyitaan berkas terkait anggaran pernyataan modal tahun 2016 yang digunakan pada 2021 sebesar Rp3 miliar.

“Kita kooperatif dan tidak menghalangi penggeledahan dan penyitaan berkas oleh penyidik kejaksaan. Kita membuka selebar-lebarnya pemeriksaan yang dilakukan,” ujarnya.

Ia menegaskan kegiatan yang diperiksa itu terkait dana penyataan modal atau hibah senilai Rp3 miliar tahun 2016 dan digunakan pada 2021. Sementara dirinya menjabat Direktur mulai ditahun 2022.

Kepala Kejaksaan Pasbar, M Yusuf kepada awak media menerangkan anggaran penyertaan modal itu seharusnya digunakan untuk sambungan air baru bagi 1.000 masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) senilai Rp3 miliar.

Namun, kenyataannya pada 2021 oknum direksi PDAM membelanjakan uang itu dalam bentuk lain dengan membeli mobil Ford dan alat musik bekas.

“Anggaran tersebut tidak dipergunakan untuk program MBR, malah dibelikan pada alat musik. Inilah dugaan tindak pidana korupsi yang sedang disidik dengan melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti,” katanya.

Dalam penggeledahan itu penyidik kejaksaan menyita sejumlah dekumen penting termasuk mobil ford dan peralatan musik seperti band, orgen, gitar drum dan lainnya.

“Hingga saat ini kita belum ada menetapkan tersangka dan sekitar 15 orang saksi telah kita periksa,” sebutnya.

Pihaknya menargetkan penyelesaian perkara PDAM itu akan dituntaskan dalam tahun ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *