Senin (29/1) Komunitas Pasaman Boekoe Indonesia menggelar acara Pasaman Sigi Boekoe perdana di tahun 2024. Acara yang rutin dilaksanakan tanggal 29 tiap bulannya ini, merupakan sejenis bincang (bedah) buku. Buku yang disigi adalah karya dalam dan luar negeri.
“Ini cara sederhana kami di Pasaman untuk berinteraksi secara budaya dengan masyarakat daerah lain di Indonesia dan warga internasional melalui buku. Buku yang disigi merupakan buku terbitan tiga tahun terakhir” sebut Arbi Tanjung, pimpinan komunitas pada pembukaan acara.
“Secara bergilir, karya dalam dan luar negeri kami sigi tiap tanggal 29” sambung Arbi. Ketika ditanya mengapa acara digelar tiap tanggal 29. Arbi menjelaskan bahwa itu cara Komunitas Pasaman Boekoe melekatkan ingatan orang tentang Pasaman. Terutama bila bicara tentang aktivitas perbukuan. “ Jika Pemda Pasaman mengusung program Pasaman tujuan wisata (terutama alam), kami menempatkan program Pasaman Sigi Boekoe sebagai ‘wisata berpikir’. Jadi, siapapun yang akan berkunjung ke Pasaman dalam rangka tugas atau liburan bisa mempertimbangkan tanggal kedatangannya sekitar tanggal 29” jelas Arbi.
Program Pasaman Sigi Boekoe secara tatap muka langsung digelar sejak Agustus 2023 lalu. Masa pandemik covid 2020-2022 kegiatan ini dilaksanakan secara daring sebanyak 17 kali.
Sebagai agenda pembuka di tahun 2024, Pasaman Boekoe menyigi buku Sapi, Babi, Perang dan Tukang Sihir karya Marvin Harris (edisi Juli 2021). Buku antropolog Amerika yang dilabel sebagai salah satu antropolog paling kontroversial ini disigi oleh Nesria Adila, seorang mahasiswi semester satu STAI-YDI Lubuk Sikaping, Pasaman. Sebagai moderator Mulyadi Putra (komunitas Pasaman Boekoe). Buku yang diterjemahkan oleh Ninus D.Andarnuswari mengajak para peserta yang hadir untuk memperluas cara pandang melihat sesuatu. Benda ataupun peristiwa. Tiap kelompok masyarakat secara budaya tentu punya pilihan keyakinan dan kepercayaan untuk memperlakukan sesuatu. Terkait isi buku ini, tentu sesuatu yang bersangkut dengan sapi, babi, perang dan tukang sihir.
Berdasarkan surat undangan yang disebar peserta acara adalah pengelola pustaka nagari se-Pasaman, kepala dinas perpustakaan dan kerasipan Pasaman, kepala dinas pendidikan Pasaman, kepala dinas Parporabud Pasaman, ketua pengurus daerah Forum TBM Pasaman, pengurus Dema dan Sema kampus STAI-YDI, dan masyarakat umum lainnya. Sebagian datang, sebagian lain tidak.
Acara yang berlangsung di Roemah Boekoe Pasaman, sekretariat sekaligus pustaka Komunitas Pasaman Boekoe itu berlangsung sejak pukul empat sore hingga beberapa menit sebelum adzan magrib berkumandang. Tanya jawab serta tanggapan antara peserta dan penyigi berlangsung secara ‘hangat’. Sebelum bubar, peserta, penyigi, moderator dan pengurus Pasaman Boekoe berfoto bersama.














