SHOOTLINENEWS | PADANG — Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut dinilai perlu disertai penguatan sektor unggulan, optimalisasi anggaran, dan program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan melalui Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., yang mewakili Bupati Jon Firman Pandu dalam kegiatan Pengarahan Pertumbuhan Ekonomi se-Provinsi Sumatera Barat di Gedung Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri tersebut merupakan bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk mengawal percepatan pertumbuhan ekonomi dengan target 8 persen.
H. Candra menilai, pencapaian target tersebut membutuhkan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi sekaligus menyelaraskan program pembangunan dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, arah pembangunan itu relevan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi Kabupaten Solok, pertumbuhan ekonomi harus dibangun berdasarkan potensi dan keunggulan daerah. Potensi yang kita miliki harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi secara statistik,” ujar Candra.
Pertanian hingga Pariwisata Jadi Potensi Daerah
Kabupaten Solok memiliki sejumlah sektor yang dapat menjadi penggerak perekonomian, di antaranya pertanian, perkebunan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan kebijakan, infrastruktur yang memadai, peningkatan produktivitas, serta akses pasar yang lebih luas agar mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Candra menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diperlukan agar program pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Kami berharap kebijakan pemerintah pusat dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Solok. Dengan begitu, program pembangunan dapat mendorong produktivitas masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperluas lapangan kerja,” katanya.
Tekankan Efektivitas Anggaran
Selain pengembangan sektor unggulan, Wabup Solok tersebut juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang terukur dan penggunaan anggaran secara efektif.
Menurutnya, setiap program pemerintah perlu memiliki sasaran yang jelas serta berorientasi pada hasil, sehingga belanja daerah tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Perencanaan serta penggunaan anggaran harus diarahkan pada program-program produktif yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat pelaksanaan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan produktivitas, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Solok, menurut Candra, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus tercermin dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Intinya, pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Solok siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, pengarahan juga melibatkan Gubernur Sumatera Barat, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik, serta Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan masing-masing kabupaten dan kota. STK














