Pasaman Barat, shootlinenews.com —
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bergerak cepat menanggapi bencana banjir dan longsor yang melanda sepuluh dari sebelas kecamatan. Usai meninjau langsung sejumlah titik terdampak, Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan membagi tugas untuk memastikan penanganan darurat, pelayanan korban, serta pemulihan dini berjalan optimal.
Wakil Bupati M. Ihpan, didampingi Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat Supriyono dan Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, bertolak ke Jakarta menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri mengenai percepatan penanganan bencana banjir dan tanah longsor, Kamis (27/11). Pertemuan digelar di Gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta Timur, dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno.
Dalam rapat tersebut, Menko PMK menekankan bahwa penanganan bencana harus memprioritaskan pelayanan korban, pencarian dan pertolongan, evakuasi warga terdampak, serta pembukaan akses jalan yang terputus akibat longsor.
Sementara itu di lapangan, Bupati Yulianto terus memantau kondisi warga terdampak banjir. Ia memastikan bantuan logistik telah disalurkan ke wilayah yang membutuhkan dan mengoordinasikan percepatan distribusi bantuan.
Pemerintah Daerah Pasaman Barat juga telah menetapkan masa tanggap darurat bencana untuk mempercepat mobilisasi sumber daya. Berbagai langkah dilakukan, termasuk pendirian pos pengungsian, dapur umum, serta kerja sama dengan BUMN, BUMD, dan pihak swasta untuk menyalurkan bantuan.
Melalui koordinasi langsung dengan pemerintah pusat, Pemda Pasaman Barat berharap penanganan darurat bencana dapat berjalan lebih efektif, khususnya dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.














