PD. PARIAMAN | Aula Hall IKK Parik Malintang, Rabu (28/1/2026), menjadi saksi lahirnya penegasan arah baru pendidikan Padang Pariaman. Di ruang yang dipenuhi pejabat daerah dan tamu undangan, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis melantik dan mengambil sumpah jabatan 50 kepala sekolah negeri, sekaligus menyampaikan pesan lugas: pendidikan daerah harus bergerak lebih cepat, lebih berani, dan tidak lagi berjalan di tempat.
Pelantikan tersebut meliputi 13 Kepala SMP Negeri, 36 Kepala SD Negeri, dan 1 Kepala TK Negeri, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 821:/012, 013, 014/Kep-BPP-2026. Namun, bagi pemerintah daerah, prosesi ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan titik awal transformasi mutu pendidikan dalam jangka panjang.
Didampingi Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, serta jajaran undangan lainnya, Bupati John Kenedy Azis berdiri tegas di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia memastikan bahwa seluruh pengangkatan dilakukan murni berdasarkan prestasi dan kinerja.
“Ini bukan karena uang, bukan karena kedekatan, tetapi karena kemampuan. Kalau saya turun ke sekolah dan tidak sesuai ekspektasi, siap-siap dirotasi atau dimutasi,” tegas Bupati, dengan nada yang langsung menyita perhatian seluruh hadirin.
Pernyataan itu menjadi penanda bahwa jabatan kepala sekolah tidak lagi dipandang sebagai posisi nyaman. Bupati menegaskan, kualitas kepemimpinan sekolah hari ini akan menentukan wajah Padang Pariaman 10 hingga 20 tahun ke depan. Karena itu, ia menolak model pendidikan yang hanya berjalan rutinitas tanpa terobosan dan lompatan mutu.
Menurut John Kenedy Azis, kepala sekolah harus tampil sebagai pemimpin perubahan, bukan sekadar pengelola administrasi. Mereka dituntut mampu menggerakkan guru, membangun ekosistem belajar yang sehat, serta memastikan sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh generasi masa depan.
Dalam arahannya, Bupati juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang humanis, ramah, dan menenangkan. Sekolah, kata dia, tidak boleh menjadi ruang yang menekan psikologis anak, melainkan tempat yang memupuk karakter, kreativitas, dan keberanian berpikir.
“Mutu pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi dari suasana belajar yang membuat anak-anak merasa aman, nyaman, dan termotivasi untuk berkembang,” ujarnya.
Namun di balik pendekatan humanis tersebut, Bupati tetap menegaskan bahwa disiplin dan integritas adalah fondasi utama. Kepala sekolah diminta menjadi teladan etika, menjaga profesionalisme, serta menanamkan budaya kerja jujur di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah, tegasnya, tidak akan mentolerir penyimpangan dalam bentuk apa pun.
Rotasi dan mutasi, lanjut Bupati, bukanlah bentuk hukuman, melainkan mekanisme penyegaran organisasi agar kinerja tetap dinamis dan sehat. Jabatan kepala sekolah harus dipahami sebagai amanah yang sewaktu-waktu bisa berpindah tangan, bergantung pada hasil kerja nyata, bukan senioritas atau kedekatan struktural.
Pelantikan 50 kepala sekolah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tengah menata ulang fondasi pendidikan secara serius. Dengan menempatkan figur-figur yang dinilai kompeten di pucuk pimpinan sekolah, pemerintah berharap terjadi percepatan peningkatan mutu, mulai dari kualitas pengajaran, manajemen sekolah, hingga pembentukan karakter peserta didik.
Di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik, John Kenedy Azis mengajak mereka menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Kepentingan anak-anak dan masa depan daerah, menurutnya, harus selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang daerah ini. Jika kita gagal hari ini, maka kita akan membayar mahal di masa depan,” tutup Bupati.
Pelantikan di Parik Malintang itu pun menandai babak baru pendidikan Padang Pariaman—babak yang ditandai oleh ketegasan kepemimpinan, tuntutan kinerja nyata, serta harapan besar lahirnya generasi unggul dari ruang-ruang kelas yang lebih manusiawi, disiplin, dan bermartabat.
Wyndoee













