Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) perlu dukungan dari berbagai pihak terlebih pasca banjir. fakta dilapangan bahwa pasca banjir minat anak untuk kembali bersekolah menurun bahkan ada yang tidak ingin bersekolah lagi, demikian disampaikan oleh Bunda Paud Kabupaten Aceh Tamiang, Ny. Yuyun Armia dalam kegiatan Pendampingan Implementasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS), di Ruang Kerja Wakil Bupati, Selasa (05/05/26).
“Kami langsung turun ke lapangan diawal-awal banjir dan berusaha menjadi motivator untuk meningkatkan pola fikir anak-anak untuk mau kembali bersekolah”, terangnya
Bunda Paud Kabupaten Aceh Tamiang, Ny. Yuyun Armia dalam sambutannya menyampaikan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) perlu dukungan dari berbagai pihak terlebih pasca banjir ini. Ny.Yuyun Armia menyampaikan fakta dilapangan bahwa pasca banjir minat anak untuk kembali bersekolah menurun bahkan ada yang tidak ingin bersekolah lagi.
“Kami langsung turun ke lapangan diawal-awal banjir dan berusaha menjadi motivator untuk meningkatkan pola fikir anak-anak untuk mau kembali bersekolah”, terangnya.
Ny. Yuyun Armia juga menerangkan, dalam kondisi yang dialami Aceh Tamiang pasca bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Pemerintah Pusat telah berupaya melakukan sejumlah program untuk pemulihan disejumlah bidang yang terdampak, termasuk didalamnya pemulihan dibidang pendidikan dan kesehatan.
“Alhamdulilah, telah ada dana renovasi dan pembangunan beberapa sekolah berjenjang, rencana pembangunan sekolah rakyat dari Kemensos, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah dan lainnya”, sebut Bunda Paud.
Ia berharap, apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah dapat mengatasi seluruh permasalahan yang terjadi dibidang pendidikan, terkhusus dapat mengembalikan minat belajar anak-anak yang menurun.
“Kami berusaha menjadi motivator untuk meningkat pola fikir anak-anak untuk mau bersekolah, dan akan bergerak untuk menurunkan angka ATS di Aceh Tamiang” ucapnya dengan optimis.
Sebelumnya, acara dimulai dengan pemaparan ibu Dara Nur Asiah sebagi narasumber. Beliau menyampaikan terkait Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Menurut data Tingkat ATS di Aceh Tamiang masih tinggi terhitung per 1 Mei 2026 yaitu 3.544 jiwa. Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah bertujuan untuk melakukan penjaringan dan pembinaan ATS usia 7-21 Tahun kembali kesekolah, Melalui Pendidikan kesetaraan atau kursus keterampilan”, ungkapnya.
Ia juga memaparkan 3 kategori ATS yaitu : Putus Sekolah, Lulus Tidak Melanjutkan, dan Belum Pernah Sekolah dan Penanganan ATS yaitu dengan : Identifikasi, Intervensi, dan Pemantauan.
Disamping itu, Sekretaris DPMPPPKB menambahkan bahwa Permasalahan ATS ini banyak faktornya seperti, hilangnya motivasi, bukan sepenuhnya karena ekonomi; keinginan bekerja/menghasilkan uang.
“Kita lihat dilapangan kebanyakan yang putus sekolah itu tingkan SMA. Penanganannya yaitu harus ada dukungan dari berbagai sektor agar lebih cepat penanganannya. Seperti Sekarang ini pasca Banjir Aceh Tamiang Pendidikan belum benar-benar pulih, seperti akses dan fasilitas pendidikan”,terangnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus memajukan pendidikan di Aceh Tamiang melalui berbagai upaya dan terobosan. Hadir dalam acara ini, Ketua Pokja Bunda PAUD, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, Sekretaris DPMKPPKB, Kabid Pendidikan Non Formal (PAUD), Perwakilan Kemenag, Perwakilan Dinas Sosial, Perwakilan Cabdin, Dara Nur Asiah, Petugas BPMP Aceh, dan Tamu Undangan Lainnya.













