PADANG | Antrean panjang kendaraan pengisi Biosolar kini merata terjadi di hampir seluruh wilayah Kota Padang. Tidak hanya di kawasan Padang Timur dan Padang Selatan, kepadatan antrean juga terlihat di sejumlah SPBU wilayah Padang Utara hingga Koto Tangah. Deretan kendaraan logistik, travel antarkota, truk angkutan barang, hingga kendaraan usaha tampak mengular sejak pagi demi mendapatkan solar bersubsidi. Kondisi itu membuat Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara mengambil langkah cepat dengan menambah distribusi Biosolar hingga 18 persen dari penyaluran normal, Rabu, 20 Mei 2026.
Di kawasan Padang Utara, antrean kendaraan bahkan sudah terlihat sejak subuh. Sejumlah sopir travel, truk logistik, hingga kendaraan angkutan barang memilih datang lebih awal demi mendapatkan giliran pengisian sebelum stok di SPBU habis. Panjangnya antrean membuat sebagian kendaraan memakan badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi melambat.
Sementara di wilayah Padang Timur dan Padang Selatan, kondisi serupa juga terjadi. Kendaraan pengangkut barang dan transportasi umum tampak memenuhi area SPBU sejak pagi hingga siang hari. Banyak pengendara harus menunggu berjam-jam karena tingginya jumlah kendaraan yang datang secara bersamaan untuk mengisi Biosolar bersubsidi.
Situasi antrean yang meluber hingga ke badan jalan mulai menjadi pemandangan sehari-hari di sejumlah SPBU Kota Padang. Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan bahkan menyebabkan arus lalu lintas tersendat karena panjangnya barisan mobil yang menunggu giliran pengisian.
Kepadatan antrean tersebut dipicu meningkatnya konsumsi Biosolar dalam beberapa pekan terakhir. Aktivitas kendaraan logistik yang terus meningkat membuat kebutuhan solar bersubsidi melonjak tajam di hampir seluruh SPBU Kota Padang secara bersamaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dengan meningkatkan penyaluran harian Biosolar hingga 18 persen di atas distribusi normal.
Menurutnya, penambahan kuota dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU Kota Padang dan wilayah Sumatera Barat lainnya.
Pertamina juga terus memonitor kondisi lapangan secara intensif. Koordinasi dengan seluruh lembaga penyalur dilakukan agar distribusi tambahan dapat segera sampai ke SPBU yang mengalami lonjakan antrean paling tinggi.
Selain Padang Utara, Padang Timur, dan Padang Selatan, antrean kendaraan juga terlihat di sejumlah kawasan lain seperti Koto Tangah dan Padang Barat. Hampir seluruh SPBU yang melayani Biosolar mengalami peningkatan jumlah kendaraan dibanding hari-hari biasa.
Banyak sopir mengaku harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain demi mencari antrean yang lebih pendek. Namun hampir seluruh lokasi tetap dipadati kendaraan sehingga waktu mereka habis di jalan hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Bagi para sopir travel dan angkutan barang, kondisi tersebut sangat memengaruhi aktivitas harian mereka. Jadwal perjalanan menjadi terganggu karena sebagian besar waktu operasional tersita untuk mengantre Biosolar.
Seorang sopir travel jurusan Padang-Painan mengaku kini harus mengurangi jumlah perjalanan setiap harinya akibat sulit mendapatkan solar subsidi. Jika sebelumnya mampu dua kali pulang pergi, kini keberangkatan sering tertunda karena antrean panjang di SPBU.
Menurutnya, kondisi sekarang jauh berbeda dibanding biasanya. Jika sebelumnya pengisian solar bisa dilakukan dengan cepat, kini antrean justru menjadi aktivitas rutin yang menguras tenaga dan waktu. Dalam sehari, jumlah perjalanan yang biasanya bisa dilakukan dua kali pulang pergi kini berkurang drastis.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumbar memastikan stok Biosolar sebenarnya masih aman dan tidak mengalami hambatan pengiriman. Namun tingginya konsumsi masyarakat membuat suplai di SPBU cepat habis.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumbar, Helmi Heriyanto, mengatakan peningkatan konsumsi Biosolar dalam sekitar sepuluh hari terakhir mencapai delapan persen. Kenaikan tersebut membuat distribusi harian harus ditambah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menjelaskan, rata-rata penyaluran Biosolar di Sumbar sebelumnya berada di angka sekitar 1.400 kiloliter per hari. Namun kini distribusi telah dinaikkan menjadi sekitar 1.700 hingga 1.800 kiloliter setiap hari untuk mengurangi tekanan antrean di SPBU.
Manager SPBU Aia Pacah, Putra, menyambut baik langkah penambahan kuota Biosolar yang dilakukan Pertamina. Menurutnya, tambahan distribusi tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan antrean kendaraan yang selama ini terjadi di sejumlah SPBU Kota Padang.
“Semoga tambahan kuota ini membuat antrean panjang bisa hilang, jalanan kembali bebas dari antrean kendaraan, dan masyarakat yang melintas tidak lagi tersendat perjalanannya,” ujar Putra kepada awak media ini.
Ia juga menegaskan bahwa pihak SPBU Aia Pacah tidak melayani aktivitas pelangsiran maupun pengisian yang melanggar aturan. Pengawasan terus dilakukan agar distribusi Biosolar benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang memang berhak menerima solar bersubsidi.
Meski tambahan distribusi telah dilakukan, kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya normal. Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan masih terlihat panjang terutama di SPBU yang berada di jalur utama kendaraan logistik dan angkutan antarwilayah.
Pemerintah daerah bersama Pertamina terus melakukan evaluasi harian guna memastikan penambahan kuota benar-benar berdampak terhadap penurunan antrean. Jika kondisi belum membaik, penambahan suplai kembali disiapkan hingga situasi benar-benar stabil.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Langkah itu penting agar distribusi Biosolar tetap merata dan seluruh pengguna yang berhak bisa mendapatkan pasokan energi dengan baik.
Dengan langkah penambahan kuota hingga 18 persen serta pengawasan distribusi yang terus diperketat, diharapkan antrean panjang Biosolar di seluruh wilayah Kota Padang mulai dari Padang Utara, Padang Timur, Padang Selatan hingga kawasan lainnya dapat segera terurai dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar.
Wyndoee













