Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, menegaskan, fokus utama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang saat ini adalah menuntaskan seluruh persoalan pascabanjir bandang, dengan menempatkan kebutuhan dan hak-hak masyarakat yang terdampak sebagai prioritas tertinggi.Pernyataan tersebut disampaikan Bupati di hadapan sejumlah kelompok relawan dan perangkat desa dalam diskusi After Action Review (AAR) yang berlangsung di Kafe Jatuh Hati, Karang Baru, Kamis (4/6/26).
“Kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kami, segala upaya kami maksimalkan agar hak warga yang terdampak banjir bisa terpenuhi,” ujar Bupati Armia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Armia mengungkapkan, bencana banjir bandang yang menimpa Aceh Tamiang memiliki tingkat kerusakan yang sangat masif dibanding daerah lain. Dampak bencana ini tidak hanya memukul pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan roda pemerintahan secara total.
“Banjir menghancurkan seluruh sektor krusial di Aceh Tamiang. Seluruh kantor pemerintahan ikut mengalami kerusakan parah. Pemkab harus melakukan kerja ekstra keras untuk memulihkan keadaan dari titik nol,” bebernya lagi.
Ia mengakui kehadiran ribuan relawan dari pelbagai elemen, organisasi, komunitas dan stakeholders sangat membantu. Di balik beratnya tantangan pemulihan, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh kelompok relawan.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya rekan-rekan sekalian. Selama enam bulan terakhir, kolaborasi para relawan saya akui sangat membantu mempercepat pemulihan warga, khususnya di wilayah hulu,” sebutnya.
Laporan capaian tanggap darurat tersebut dipaparkan langsung oleh gabungan kelompok organisasi, yaitu Forum Konservasi Leuser (FKL);
Bina Trubus Swadaya, Jakarta; dan
Yayasan Pusaka Indonesia, Medan.
Perwakilan relawan FKL, El Mahdi, menjelaskan bahwa selama setengah tahun ini mereka telah menuntaskan berbagai program esensial seperti pembangunan MCK, distribusi makanan sehat, pembagian tas sekolah, hingga penyaluran santunan uang tunai.
Diskusi AAR ini dibuka secara resmi oleh Plt. Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, dan turut dihadiri oleh Plt Kadis DPMKPPKB, Tri Kurnia, serta puluhan perangkat kampung dan perwakilan warga setempat.
Melalui forum evaluasi ini, Pemkab Aceh Tamiang menampung berbagai masukan dan catatan dari masyarakat desa yang menjadi wilayah intervensi. Catatan-catatan tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar perbaikan kebijakan serta proyeksi program pemulihan lanjutan ke depan.













