PADANG | Komitmen kuat dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika kembali diperlihatkan Komandan Kodim 0312/Padang Kolonel Inf. Ferry Adianto, S.I.P., M.H.I. Melalui jajaran Kodim 0312/Padang, dukungan terhadap gerakan pemberantasan narkoba diwujudkan dengan memfasilitasi rapat pembentukan Panitia Pelaksana Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang berlangsung di Makodim 0312/Padang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mempersiapkan rangkaian agenda HANI 2026 yang akan diperingati pada 26 Juni mendatang. Sejumlah unsur masyarakat hadir dalam pertemuan tersebut, mulai dari penggiat anti narkotika, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat hingga berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.
Di bawah kepemimpinan Kolonel Inf. Ferry Adianto, Kodim 0312/Padang menunjukkan bahwa perang terhadap narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
Mewakili Dandim 0312/Padang, Pasi Intel Mayor Arm Febrinaldi Musdar menyampaikan bahwa Kodim siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, momentum Hari Anti Narkotika Internasional harus dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat sinergitas seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika yang terus berkembang dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Ia menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Edukasi, pengawasan lingkungan, penguatan keluarga serta keterlibatan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun benteng perlindungan bagi generasi muda.
Dukungan yang diberikan Kodim 0312/Padang melalui penyediaan fasilitas rapat dan keterlibatan aktif personel menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Mayor Arm Febrinaldi Musdar menegaskan bahwa ancaman narkotika merupakan ancaman bersama yang dapat merusak masa depan bangsa apabila tidak dihadapi secara kolektif dan berkelanjutan.
Karena itu, diperlukan kerja sama erat antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan.
Peran kaum perempuan juga menjadi perhatian khusus dalam pembahasan rapat tersebut. Keterlibatan tokoh perempuan dinilai sangat strategis dalam membangun kesadaran sejak dini di lingkungan keluarga.
Dalam budaya Minangkabau, perempuan memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter generasi penerus. Kehadiran mereka dalam gerakan anti narkotika diyakini mampu memperkuat upaya pencegahan hingga ke lingkungan rumah tangga.
Edukasi yang dimulai dari keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam melindungi anak-anak dan remaja dari pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba yang saat ini semakin mengkhawatirkan.
Suasana rapat berlangsung penuh semangat, menunjukkan adanya kesamaan tekad seluruh peserta untuk menjadikan HANI 2026 sebagai momentum kebangkitan gerakan moral melawan narkotika.
Berbagai agenda kegiatan mulai dirancang untuk melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, sehingga pesan bahaya narkoba dapat menjangkau seluruh lapisan warga secara luas dan berkelanjutan.
Kehadiran Kodim 0312/Padang sebagai fasilitator dalam proses konsolidasi tersebut memperlihatkan komitmen nyata TNI dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, sehat dan terbebas dari ancaman narkotika.
Melalui kepemimpinan Kolonel Inf. Ferry Adianto, sinergi yang dibangun antara TNI dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan narkotika di Kota Padang dan Sumatera Barat, sekaligus melahirkan generasi yang tangguh, produktif serta memiliki masa depan yang lebih cerah.
Wyndoee













