POLRES PASAMAN | Dua puluh satu siswa SDN 05 Lubuk Sikaping membawa semangat berbeda ketika bersiap meninggalkan Pasaman untuk mengikuti lomba Polisi Cilik (Pocil) tingkat Polda Sumatera Barat di Kota Padang. Di balik seragam dan gerakan yang tampak sederhana, terdapat proses pembinaan yang diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, kebersamaan, serta pemahaman keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.
Keberangkatan para Pocil tersebut dilepas di halaman Kantor Bupati Pasaman, Selasa, 15 September 2026. Momentum itu menjadi ruang apresiasi sekaligus dukungan bagi anak-anak yang telah menjalani proses latihan dan pembinaan di bawah pendampingan Polres Pasaman bersama pihak sekolah.
Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K., hadir bersama Bupati Pasaman Welly Suhery, Sekda Pasaman Yudesri, Waka Polres Pasaman Kompol Muzhendra, Kepala SDN 05 Lubuk Sikaping M. Nur, jajaran Satlantas Polres Pasaman dan sejumlah unsur terkait. Kehadiran Kapolres menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap pembentukan karakter anak melalui kegiatan yang edukatif dan positif.
Bagi AKBP Adirawa Permana, pembinaan Pocil tidak berhenti pada persiapan menghadapi perlombaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai kedisiplinan dan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak dini. Mereka tidak hanya dilatih untuk tampil dalam sebuah kompetisi, tetapi juga dibiasakan memahami aturan, kekompakan, tanggung jawab dan sikap saling menghargai.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan pihak sekolah terhadap pembinaan Pocil. Mudah-mudahan anak-anak kita dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Pasaman,” ujar AKBP Adirawa Permana.
Kapolres juga memberikan dorongan agar seluruh peserta tidak menjadikan perlombaan sebagai beban. Kepercayaan diri, kekompakan dan keberanian tampil menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pengalaman berada di tingkat Polda akan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam membangun mental, kedisiplinan dan kemampuan bekerja bersama.
Sebanyak 21 Pocil tersebut dijadwalkan mengikuti berbagai materi perlombaan di tingkat Polda Sumatera Barat. Materi yang dipersiapkan mencakup seni budaya, baris-berbaris dasar, baris-berbaris kreasi, gerakan pengaturan lalu lintas hingga senam lalu lintas. Setiap materi menjadi bagian dari pembelajaran yang menggabungkan kedisiplinan, kreativitas, koordinasi dan pemahaman dasar mengenai keselamatan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Pasaman Iptu Afrizal menjelaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam program Pocil merupakan bagian dari upaya mengenalkan budaya tertib berlalu lintas secara lebih dekat. Pendidikan keselamatan tidak harus dimulai ketika seseorang telah memiliki kendaraan atau surat izin mengemudi, tetapi dapat diperkenalkan sejak bangku sekolah melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai usia.
Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah dan sekolah menjadi unsur penting dalam keberlangsungan pembinaan. Sinergi tersebut membuat kegiatan Pocil tidak hanya menjadi program kepolisian, tetapi berkembang sebagai ruang pendidikan karakter yang melibatkan lingkungan sekolah dan pemerintah daerah. Anak-anak memperoleh pengalaman tentang disiplin, tanggung jawab, kerja tim serta keberanian menunjukkan kemampuan di hadapan publik.
Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana berharap perjalanan para Pocil menjadi pengalaman positif yang terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak masyarakat Pasaman memberikan dukungan moral kepada para siswa yang membawa nama daerah di tingkat Polda Sumatera Barat. “Mohon doa dan dukungan masyarakat Pasaman agar anak-anak kita dapat tampil maksimal serta mengharumkan nama Pasaman,” ungkapnya.
Kehadiran Kapolres Pasaman dalam pembinaan tersebut memperlihatkan sisi pelayanan Polri yang menyentuh dunia pendidikan dan pembentukan generasi sejak dini. Melalui pendekatan yang edukatif dan humanis, Polres Pasaman terus mendorong agar nilai disiplin, keselamatan dan kepedulian terhadap sesama tumbuh menjadi kebiasaan anak-anak. Polri untuk masyarakat bukan hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga ikut membangun karakter generasi yang akan menjadi bagian penting dari masa depan daerah.
Katim RMO Group | Wyndoee














