BERITA  

Wabup H. Candra Pantau Penanganan Jalan Nasional Bypass Arosuka, BWS V Buka Sumbatan Aliran

AROSUKA, SHOOTLINENEWS — Wakil Bupati Solok H. Candra turun langsung memantau penanganan pada ruas jalan nasional di kawasan bypass Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyusul kondisi aliran air yang berpotensi mengganggu akses apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Wabup H. Candra dalam pemantauan tersebut didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok beserta jajaran.

Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Tim BWS V Sumatera Barat melakukan pekerjaan awal dengan membuka aliran air yang mengalami sumbatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kembali terhambatnya aliran air dari wilayah hulu yang dapat berdampak terhadap ruas jalan nasional tersebut.

“Target pekerjaan penanganan awal dan pemasangan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam tiga hari,” demikian informasi yang disampaikan terkait pekerjaan di lapangan.

Untuk mendukung proses tersebut, jalur bypass ditutup sementara selama tiga hari. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi pekerjaan teknis, terutama pemasangan jembatan darurat tipe Bailey.

Jembatan Bailey disiapkan sebagai solusi sementara agar akses pada ruas jalan nasional tersebut dapat kembali dilalui setelah pekerjaan selesai.

Selain pemasangan jembatan darurat, penanganan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas aliran melalui penambahan decker. Upaya ini ditujukan agar air yang datang dari wilayah hulu dapat lebih mudah melewati titik tersebut dan tidak kembali mengalami penyumbatan.

Wabup H. Candra bersama Kadis PUPR, Kadishub dan jajaran terus memantau perkembangan pekerjaan serta melakukan koordinasi dengan BWS Sumatera V dan instansi teknis jalan nasional.

Status ruas tersebut sebagai jalan nasional membuat penanganan infrastruktur jalan melibatkan instansi teknis pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah berperan melakukan koordinasi, pemantauan kondisi lapangan serta dukungan terhadap kelancaran penanganan dan pengaturan lalu lintas.

Tidak hanya mengandalkan solusi darurat, pemerintah juga menyiapkan usulan penanganan jangka panjang. Sejumlah titik daerah aliran sungai yang dilintasi jalan nasional diusulkan untuk dibangun jembatan permanen.

Kebutuhan anggaran pembangunan jembatan permanen tersebut diproyeksikan berada pada kisaran Rp25 miliar hingga Rp30 miliar, dengan besaran final masih menunggu kajian teknis dan perencanaan.

Penanganan kawasan bypass Arosuka kini diarahkan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pembukaan aliran yang tersumbat dan pemasangan jembatan Bailey untuk memulihkan akses. Tahap berikutnya adalah menyiapkan infrastruktur permanen yang diharapkan lebih mampu mengantisipasi aliran air dari kawasan hulu.

Pemkab Solok bersama BWS Sumatera V dan instansi teknis terkait terus melakukan koordinasi agar penanganan berlangsung cepat, sekaligus memastikan konektivitas jalan nasional tetap terjaga di tengah potensi perubahan cuaca di kawasan Arosuka. STK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *